Share

Kronologi Pembunuhan Bocah SMP yang Pergoki Maling Ayam, Jasad Korban Sudah Tak Utuh

Teddy Hendrawan, iNews · Rabu 07 Desember 2022 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 610 2722038 kronologi-pembunuhan-bocah-smp-yang-pergoki-maling-ayam-jasad-korban-sudah-tak-utuh-sMH5b7qftx.jpg TKP penemuan jasad korban pembunuhan oleh tiga rekannya yang tepergok mencuri ayam (Foto: iNews)

OKU - Penemuan mayat di Kecamatan Sindang Danau, Kecamatan Sindang Danau, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), beberapa hari lalu akhirnya terungkap. Satreskrim Polres OKU Selatan pun meringkus tiga pelaku yang diketahui masih ABG yang melakukan pembunuhan dengan motif sakit hati pada korban.

Korban diketahui bernama Aldi Saputra (13), warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Pulau Beringin, OKU Selatan, masih duduk di bangku SMP, dan sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah tidak utuh lantaran diduga dimakan binatang buas.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha mengatakan dalam waktu tujuh jam ditemukannya mayat korban, petugas berhasil menangkap FM (18) warga Kecamatan Sindang Danau di rumahnya. Setelah berhasil menangkap tersangka FM, petugas mengembangkan pelaku lainnya yakni Hd (19) yang diperoleh informasi tersangka melarikan diri ke kota Palembang, namun berhasil ditangkap di lokasi dia bekerja.

Dari tersangka Hd, lalu anggota berhasil meringkus pelaku lainnya yakni Hk (13) warga Kecamatan Pulau Beringin, OKU selatan, yang masih diketahui masih berstatus pelajar.

Menurut indra, motif dari ketiga tersangka tega membunuh korban lantaran rasa sakit hati terhadap korban. Di mana, korban mengetahui satu dari tiga tersangka telah melakukan pencuri hewan ternak milik warga.

Khawatir korban melapor ke pemiliknya, para tersangka merencanakan untuk menghadang korban yang hendak pulang ke kediamannya dengan cara dicegat di jalan lalu dipukuli dan ditusuk dengan pisau di bagian leher.

Kemudian, mayat korban dibuang ke kebun kopi dengan ditutupi ranting dan dedaunan. Indra menambahkan, terkait kondisi mayat Aldi Saputra ditemukan sudah tidak utuh lagi dengan kondisi kaki, tangan, dan batok kepala terpisah dari badan.

Hal tersebut dikarenakan lokasi tempat mayatnya dibuang di areal kebun kopi yang tidak jauh dari rawa-rawa dan diduga dimakan binatang buas.

"Saat jenazah korban ditemukan memang terpisah, itu dikarenakan dimakan oleh hewan bukan karena mutilasi,” ucap dia.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Salah seorang pelaku FM, mengakui sengaja menusuk leher dengan pisau lantaran kesal karena dituduh mencuri ayam milik orang lain. Lantaran tuduhan tersebut, dirinya tidak terima dan merasa dendam kepada korban dengan mengajak pelaku lainnya untuk mengabisi nyawa korban.

Pelaku juga mengaku kenal dekat dengan korban, namun karena tuduhan tersebut, dirinya masih dendam kepada korban. Namun, dirinya menyangkal apabila merencanakan membunuh korban.

Terhadap para tersangka, dikenai Pasal 80 Ayat 3 junto 76 huruf c, Undang-undang no 35 tahun 2014 atas perubahan uu no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak atau pasal 340 kuhp dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukum mati.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni satu unit motor honda jenis revo milik korban yang sempat dijual para pelaku, senjata tajam, satu unit handphone dan jaket milik korban.

Diberitakan sebelumnya, jasad seorang pelajar SMP kelas II di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan ditemukan oleh warga saat sedang berjalan menuju kebun kopi miliknya di Desa Pematang Danau, Kecamatan Sindang Danau, OKU Selatan. Jasad sudah membusuk dan tubuh terpisah setelah dinyatakan hilang selama 11 hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini