WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (7/12/2022) memasukkan 24 perusahaan dan entitas lain ke 'daftar hitam' kontrol ekspor yang mendukung pangkalan industri militer atau pertahanan Rusia, kegiatan nuklir Pakistan atau untuk memasok perusahaan elektronik Iran.
Departemen Perdagangan mengatakan perusahaan yang berbasis di Latvia, Pakistan, Rusia, Singapura, dan Swiss, ditambahkan ke dalam daftar hitam itu karena masalah keamanan nasional dan kebijakan luar negeri AS.
Baca juga: AS Blacklist Pengelola Uang Putin dan Broker Kapal Pesiar Mewah untuk Elit Rusia
Perusahaan tersebut termasuk Fiber Optic Solutions di Latvia, yang memproduksi giroskop serat optik dan peralatan lainnya, serta Kraftway Corporation Rusia, yang menyebut dirinya sebagai salah satu perusahaan IT terbesar Rusia. Perusahaan mengatakan membangun dan menjual berbagai solusi ITA termasuk pembuatan perangkat keras.
Baca juga: Balas Sanksi, Rusia Blacklist 963 Warga AS Termasuk Biden dan Kamala Harris
Perusahaan lainnya yakni Pusat Penelitian Ilmiah Rusia untuk Komputasi Elektronik, Fibersense, dan perusahaan produksi ilmiah Optolin.
Dikutip Reuters, Departemen Perdagangan menambahkan empat perusahaan perdagangan dan pemasok di Singapura untuk memasok atau mencoba memasok perusahaan elektronik Iran, Pardazan System Namad Arman (PASNA), yang disetujui oleh Departemen Keuangan AS pada 2018.