Tak menyerah, Sandrine mencoba untuk mengajak Marcel makan malam dan ia pun menerima dengan senang hati. Hal ini pun jadi momen di mana mereka berdua jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah setahun setelahnya.
Pasangan yang tak biasa itu menikah di balai kota Puy-Saint-Pierre. Di desa kecil berpenduduk 500 orang, Puy-Saint-Pierre terletak dengan indah di sebuah lembah yang dikelilingi oleh puncak yang tertutup salju.
Dengan mengenakan gaun burgundy mengkilap yang mahal serta diiringi buket mawar kuning dan merah membuat penampilan Sandrine tampak elegan. Berbanding terbalik dengan Marcel yang terlihat lusuh mengenakan jas dengan rambut acak-acakan.
Beberapa tamu terlihat mencemooh acara pernikahan mereka dan mengatakan Sandrine hanya mengejar harta Marcel.
“Orang-orang mencemooh dan mencemooh. Mereka semua mengenal Marcel dengan baik dan menganggap bahwa Sandrine hanya mengejar harta dan uangnya, ” kata penduduk desa Jacques kepada Daily Express.
Anehnya, setelah mereka menikah Sandrine memilih tinggal di Paris daripada menemani suaminya itu di gubuk sekitar Pegunungan Alpen. Ia pun memberikan penjelasannya.