TEHERAN - Iran mengatakan telah melakukan eksekusi kedua terkait dengan protes anti-pemerintah yang melanda negara itu dalam beberapa bulan terakhir. .
Majidreza Rahnavard digantung "di depan umum" pada Kamis, (8/12/2022) pagi di kota Mashhad, kata pengadilan. Pengadilan memvonisnya atas tuduhan "permusuhan terhadap Tuhan" setelah menemukan dia telah menikam hingga mati dua anggota Pasukan Perlawanan Basij.
Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa pengunjuk rasa dijatuhi hukuman mati setelah persidangan palsu tanpa proses hukum.
"Rahnavard dijatuhi hukuman mati berdasarkan pengakuan yang dipaksakan, setelah proses yang sangat tidak adil dan persidangan pertunjukan. Kejahatan ini harus ditanggapi dengan konsekuensi serius bagi Republik Islam," cuit Mahmood Amiry-Moghaddam, direktur Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Norwegia, sebagaimana dilansir BBC.
BACA JUGA: Dituduh Terkait dengan Dinas Intelijen Israel, Iran Eksekusi Mati 4 Orang
"Ribuan pengunjuk rasa ditahan, dan selusin hukuman mati sudah dikeluarkan. Ada risiko serius eksekusi massal pengunjuk rasa," tambahnya.
Eksekusi pertama sehubungan dengan kerusuhan terjadi pada Kamis, memicu kecaman internasional.
Mohsen Shekari, (23), dihukum karena "permusuhan terhadap Tuhan" setelah diketahui menyerang seorang anggota Basij dengan parang di ibu kota, Teheran.
Basij adalah pasukan sukarelawan loyalis yang sering dikerahkan oleh otoritas Iran untuk menekan perbedaan pendapat.
Protes yang dipimpin wanita terhadap lembaga ulama Iran dipicu oleh kematian dalam tahanan Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang ditahan oleh polisi moralitas pada 13 September karena diduga mengenakan jilbabnya, secara "tidak benar".
Mereka telah menyebar ke 161 kota di 31 provinsi dan dipandang sebagai salah satu tantangan paling serius bagi Republik Islam sejak revolusi 1979.
Para pemimpin Iran menggambarkan protes itu sebagai "kerusuhan" yang dipicu oleh musuh asing negara itu. Namun, mayoritas pengunjuk rasa tidak bersenjata dan damai.
Sejauh ini, setidaknya 488 pengunjuk rasa telah terbunuh oleh pasukan keamanan dan 18.259 lainnya telah ditahan, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA). Kantor itu juga melaporkan kematian 62 personel keamanan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.