17 Tahun setelahnya, Eddy sempat terlacak di China. Pemerintah telah mengupayakan ektradisi pada Pemerintah China melalui surat Menteri Hukum dan Ham.
Sekitar 20-an petugas penjara Cipinang diperiksa atas dasar kecurigaan bahwa mereka membantu Eddy Tansil untuk melarikan diri.
Hingga parat kepolisian berhasil mendeteksi keberadaan buronan Edi Tansil. Namun, saat ditangkap, Edi melakukan perlawanan hingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.
Edi ditangkap polisi di rumahnya, Suka Makmur Kepulauan Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil, Provinsi Riau. Dari tangannya didapat barang bukti sembilan paket sabu.
Sebagai informasi, sejak muda Eddy Tansil adalah pebisnis. Pria kelahiran 1948 di Makassar tersebut telah memiliki perusahaan becak pada 1970. Setelah becak dilarang, Ia menjadi agen motor Kawasaki namun tidak bisa bersaing dengan Yamaha dan Honda.
Tidak putus asa, Eddy ikut bisnis perakitan sepeda motor di Bekasi, dalam bendera Tunas Bekasi Motor Company (TBMC). Perusahaan ini merakit sepeda motor Binter (Bintang Terang) dan Bajaj.
Hingga Eddy Tansil menjadi sangat terkenal. Kala itu, dia membangun PT Golden Key Group (GKG), perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia. Perusahaan itu pun mengajukan kredit ke Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan disetujui.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.