Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Alasan Anak Angkat Bunuh Orangtuanya : Desakan Kebutuhan Sehari-hari

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 13 Desember 2022 |15:16 WIB
Alasan Anak Angkat Bunuh Orangtuanya : Desakan Kebutuhan Sehari-hari
Pembunuh orangtua angkat memeragakan rekonstruksi (Foto : MPI)
A
A
A

MALANG - Polresta Malang Kota menyebut motif anak angkat membunuh orang tuanya dikarenakan persoalan ekonomi. Apalagi selama ini tersangka yakni Rahmat Irwanto alias Iwan (40) menjadi pengangguran, sedangkan korban Nanik Suyatni (85) telah berusia renta dan tidak bekerja.

Wakasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Nur Wasis menjelaskan, sebelum pelaku nekat menghabisi nyawa orang tuanya desakan kebutuhan sehari-hari memang muncul. Mengingat selama ini korban sehari-harinya dibantu oleh keluarga pelaku yang tinggal tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Sukun, Kota Malang.

"Motifnya berkaitan dengan kebutuhan. Jadi sebelum pembunuhan ini pelaku meminta ke korban karena kebutuhan, mulai listrik sudah habis, air mau di putus, dan kebutuhan lain yang mau digunakan. Tapi korban tidak bereaksi, sehingga menimbulkan emosi tersangka," ucap Nur Wasis usai proses rekonstruksi pada Selasa (13/12/2022) siang.

Selanjutnya, pelaku yang emosi lantas nekat memukul korban menggunakan tangan kosong. Selain memukul dengan tangan di kepala korban, Iwan juga mencekik leher korban hingga tak bernapas.

"Sampai saat ini tidak ada alat yang digunakan. Tersangka mengaku hanya memukul dengan menggunakan tangan kosong yang kemudian kami visumkan di kepalanya," ungkapnya.

Nur Wasis juga menambahkan, dari hasil autopsi diketahui memang ada luka seperti bekas cekikan di leher, luka kepala, dan memar di tulang rusuk. Luka di kepala misalnya polisi menemukan ada sejumlah luka dengan diameter satu sentimeter dan dua sentimeter, dengan total lima luka yang pengakuannya dari pukulan tangan ke kepalanya.

"Pengakuan pelaku dia tidak lebih dari 6 kali pemukulan dengan tangan. Makanya kejaksaan nanti selain keterangan tersangka juga hasil autopsi, mulai luka yang dialami korban. Nanti yang nilai hakim," paparnya.

"Kalau visumnya ada biru di leher, kemungkinan yang buat gagal nafas itu. Tapi itu kewenangan dokter yang jelaskan," tambahnya.

Namun khusus luka terakhir di tulang rusuk tersangka tidak mengakuinya dan menyebut itu karena korban sebelumnya pernah terjatuh di rumahnya.

"Dia tidak mengakui, dia menganggap korban memang sudah jatuh. Nanti dibuktikan di persidangan," tutur Nur Wasis kembali.

Nantinya pasca rekonstruksi selesai, pihaknya akan kembali mencocokan dengan keterangan saksi, barang bukti, termasuk hasil autopsi dari tim dokter. "Sehingga relevansi adegan ini dan autopsi bisa meyakinkan jaksa bahwa yang terjadi adalah pembunuhan yang dilakukan tersangka," tandasnya.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement