Share

Deretan Senjata Nuklir Paling Mematikan di Era Perang Dingin

Fatmawati, Okezone · Rabu 14 Desember 2022 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 14 18 2727071 deretan-senjata-nuklir-paling-mematikan-di-era-perang-dingin-1WHh4rcS2A.jpg Tsar Bomba. (Foto: Science Photo Library)

JAKARTA Perang dingin merupakan sebuah persaingan ideologi yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam memperebutkan pengaruh negara-negara lain.

Selama berlangsungnya perang tersebut, baik AS dan Uni Soviet berlomba-lomba mengembangkan senjata sebagai bentuk perlindungan jika sewaktu-waktu salah satu dari kedua pihak tersebut mulai meluncurkan senjata.

Selain itu, uji coba senjata nuklir juga cukup intens dilakukan, bahkan diantaranya memiliki daya rusak yang sangat dahsyat.

Mengutip laman Legion Magazine, berikut adalah deretan senjata nuklir yang paling mematikan selama era Perang Dingin. 

1. Tsar Bomba

Senjata ini menjadi raja di antara semua bom. Diledakkan oleh Soviet pada tahun 1961, dan menjadi bom buatan manusia yang paling kuat sepanjang masa. Tsar Bomba mengandung 50 megaton bahan peledak konvensional, dan terdiri atas semua bahan peledak yang digunakan dalam Perang Dunia Kedua.

Memiliki berat 27 ton, dan memiliki ukuran yang sangat besar sehingga membutuhkan parasut khusus seberat 800 kilogram untuk memperlambat penurunannya. Bom ini juga menghasilkan bola api yang dapat dilihat dari jarak 1.000 meter.

2. SLAM

Dijuluki sebagai Big Stick, Supersonic Low-Altitude Missile (SLAM) menjadi senjata paling kotor dan gila yang pernah dibuat manusia. Perancangan senjata tersebut bertujuan sebagai pencegah utama setiap serangan Soviet. Rudal bertenaga nuklir ini dapat terbang rendah dengan kecepatan hingga Mach 4,2 hingga 16 hulu ledak nuklir tambahan ke sasaran di Rusia.

Follow Berita Okezone di Google News

SLAM dirancang untuk melintasi rusia. Selain itu, propulsi nuklirnya yang tidak terlindungi akan memuntahkan limbah ke mana saja senjata ini pergi. Gelombang sonik yang dipancarkan senjata ini juga mampu menyebabkan kerusakan tambahan lainnya.

Ketika SLAM telah mengirimkan semua senjatanya dan telah mencapai jangkauan, senjata diprogram untuk menabrak satu target terakhir, sehingga menciptakan kekacauan radioaktif yang membutuhkan waktu beberapa generasi untuk pulih kembali. Sayangnya, selama lebih dari 10 tahun pembangunan, proyek tersebut dibatalkan pada tahun 1964.

3. Panah Avro

Pada tahun 1953 terjadi ancaman perang nuklir dengan Rusia, sehingga mendorong perancangan senjata dengan segala upaya yang bisa dilakukan. Salah satunya yaitu Avro Arrow, atau Panah Avro, yang dirancang dengan misi: terbang sangat tinggi dan sangat cepat untuk menghadang pembom Rusia sebelum mereka berhasil menghancurkan kota-kota di Amerika Utara menjadi puing-puing.

Dirancang langsung di Kanada, Avro Arrow dapat terbang lebih dari 50.000 kaki dengan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan pesawat tempur lainnya. Namun, proyek tersebut tiba-tiba dibatalkan pada 1959, membuat puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan.

4. Star Wars

The Strategic Defence Initiative (SDI) atau lebih dikenal sebagai Star Wars, disahkan untuk pertama kalinya oleh Ronald Reagan pada tahun 1983. SDI merupakan upaya multi-cabang yang dilakukan Amerika Serikat sebagai bentuk pertahanan dari rudal nuklir balistik. Senjata ini terdiri dari sensor dan rudal berbasis darat, satelit yang mengorbit, serta dilengkapi juga dengan laser atau senjata energi terarah (DEW) untuk menembak jatuh nuklir Soviet.

5. The Blackbird

Dikembangkan sebagai “black project”, SR-71 Blackbird milik Angkatan Udara Amerika Serikat dapat terbang sangat tinggi, cepat, dan rahasia sehingga The Blackbird menjadi salah satu senjata paling ikonik dari semua senjata di era Perang Dingin. Namun, senjata ini bukanlah pesawat tempur, melainkan pesawat mata-mata yang sengaja dirancang untuk “pengintaian strategis”.

Kecepatan tinggi yang dimilikinya bahkan melebihi Mach 3, bahkan lebih cepat dari peluru atau senjata manapun yang pernah dilemparkan oleh Soviet. Bahkan selama terbang di Rusia tidak ada rudal yang bisa menangkap senjata ini.

6. The Dead Hand

Senjata terbaik adalah senjata yang tetap dapat beroperasi bahkan jika operatornya terbunuh atau dilumpuhkan. Senjata jenis inilah yang dirancang oleh Rusia dan dikenal sebagai The Dead Hand.

Senjata ini juga dikenal sebagai “Perimeter”, yaitu jenis senjata kiamat yang dirancang untuk menakut-nakuti pihak lain agar tidak pernah menyerang. Setelah dinyalakan, secara otomatis sistem akan mendeteksi ledakan nuklir dan kemudian mengeluarkan perintah untuk membalas tembakan dengan rudal balistik antarbenua.

7. Gerald Bull’s Supergun

Gerald Bull adalah seorang perancang senjata Kanada yang memiliki hasrat tidak biasa yaitu memiliki keinginan untuk merancang senjata yang sangat besar dan dapat meluncurkan satelit ke luar angkasa. Upaya yang dilakukan dirinya merancang dan merakit senjata super tersebut diberi nama Proyek Babel. Proyek ini ia kerjakan bersama Saddam Hussein, yang sebelumnya mendapat perintah untuk menembakkan peluru besar kepada para musuh di Timur Tengah.

Rancangan senjata tersebut memiliki panjang 150 meter dengan berat lebih dari 2.000 ton, dan memiliki diameter satu meter serta mampu menembakkan proyektil seberat 2.000 kilogram. Sayangnya, proyek pembuatan Supergun tidak pernah selesai karena Bull dibunuh di luar apartemennya di Belgia pada 1990.

1
4
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini