Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Teka-teki Pembunuhan John Lennon, Pelaku Fans Berat 'The Beatles'

Fatmawati , Jurnalis-Selasa, 20 Desember 2022 |15:22 WIB
Teka-teki Pembunuhan John Lennon, Pelaku Fans Berat 'The Beatles'
Penyanyi legenda John Lennon (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Kasus penembakan dan pembunuhan yang menimpa musisi legendaris John Lennon di New York City pada 8 Desember 1980 masih mengundang tanya masyarakat.

Pelaku bernama lengkap Mark David Chapman  mengaku bahwa ia adalah penggemar The Beatles dan John Lennon.

  • Kronologi Penembakan

Mengutip laman Independent, tepat 42 tahun lalu ketika Lennon sedang memasuki gedung apartemennya di Manhattan di Upper East Side New York pada malam hari, datang Chapman yang kemudian menembakkan empat peluru dari jarak dekat ke arah Lennon.

Satu hari sebelumnya, Chapman bahkan sempat menemui Lennon dan memintanya untuk menandatangani album Double Fantasy miliknya. Setelah memberi Chapman tanda tangan, Lennon kemudian pergi untuk menghadiri sesi rekaman di Recording Plant bersama istrinya, Yoko Ono.

Chapman bahkan menceritakan bahwa Lennon merupakan sosok yang sangat baik dan sabar. Ketika dimintai tanda tangan, Lennon bahkan meminta limosin yang akan mengantarnya untuk menunggu terlebih dahulu.

“Dia meluangkan waktu bersamaku dan dia mengambil pulpennya dan dia menandatangani albumku. Dia bertanya apakah saya membutuhkan yang lain. Aku berkata tidak. Dan dia berjalan pergi. Pria yang sangat ramah dan sopan,” tutur Chapman.

Pada 8 Desember 1980, Lennon baru saja kembali dari sesi pemotretan majalah Rolling Stone dan melakukan wawancara bersama DJ San Francisco Dave Sholin, untuk acara musik di Jaringan Radio RKO.

Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, Lennon pergi melakukan mixing lagu Ono “Walking on Thin Ice” di Record Plant.

Setelah selesai mengurus rekaman Ono, Lennon dan istri kembali ke apartemennya sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Ketika itulah Chapman menghampiri Lennon dan menembakkan lima peluru ke arah Lennon, empat diantaranya mengenai punggungnya.

Kemudian Lennon dilarikan ke Rumah Sakit Roosevelt terdekat menggunakan mobil polisi, tetapi ia meninggal dalam perjalanan. Lennon dilaporkan meninggal dunia pada saat kedatangan.

Chapman bahkan secara sukarela tetap berada di lokasi penembakan sambil membaca The Catcher in the Rye karya JD Salinger sampai kemudian ditangkap oleh polisi.

Pembunuhan yang dilakukannya tersebut telah direncanakan selama beberapa bulan, ia juga mengklaim terinspirasi oleh karakter Holden Caulfield dari novel Salinger.

Psikiater mengeluarkan tanggapan mengenai kondisi psikis Chapman sebagai psikotik garis batas dan dia diperintahkan untuk mengaku gila. Namun, Chapman mengaku bersalah atas pembunuhan yang telah dilakukannya dan dijatuhi hukuman 20 tahun seumur hidup.

  • Siapa Mark David Chapman?

Mark David Chapman sendiri lahir di Fort Worth, Texas, dan dibesarkan di Decatur, Georgia. Dirinya pernah bekerja sebagai satpam di Hawaii dan tidak perna memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Chapman mengaku bahwa dirinya merupakan seorang penggemar The Beatles, khususnya John Lennon. Namun setelah pernyataan kontroversi John Lennon pada tahun 1966, yang menyatakan bahwa The Beatles “lebih populer daripada Yesus”, Chapman merasa kesal dan mulai membenci Lennon.

Mengutip laman American Songwriter, Chapman juga mulai merasa jengkel dengan lirik di lagu Lennon selanjutnya, yaitu “God” dan “Imagine”. Kedua lagu tersebut dinilai memiliki syair yang dianggap bertentangan dengan agama Kristen.

Chapman juga mulai terobsesi dengan peran protagonis dalam novel fiksi The Catcher in The Rye, karya Holden Caulfield. Dia memiliki keinginan untuk mencontoh kehidupan tokoh tersebut sebagai pemberontak.

Saat ini, telah dibangun sebuah tugu peringatan John Lennon di “Strawberry Fields”, bagian dari Central Park di seberang jalan Gedung Dakota yang dikelola oleh Ono, istri Lennon, untuk mengenang mendiang suaminya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement