Saat itu pemeriksaan menyimpulkan ada tujuh buah luka tembak masuk dan enam buah luka tembak keluar.
Sehingga, ada satu proyektil peluru yang bersarang di tubuh Brigadir J. Jaksa kemudian mempertanyakan Farah terkait luka tempat apa yang tidak menembus.
“Yang kami temukan bersarang ada di dada sisi kanan. Ya, kami temukan proyektil anak peluru pada saat autopsi,” jelas Farah.
Farah juga menjelaskan dari tujuh tembakan tersebut terdapat dua luka tembak yang sifatnya fatal. Artinya, ada dua tembakan yang sifatnya mematikan.
“Ada dua yang sifatnya fatal yaitu dapat menyebabkan kematian, luka tembak pada bagian dada sisi kanan dan kepala belakang bagian sisi kiri,” ungkap dia.