BANDUNG - Di tengah hirup pikuk libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023, mungkin ada satu profesi yang tak luput dari perhatian. Mereka adalah tenaga kesehatan (nakes) yang selalu standby mengantisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan.
BACA JUGA: Kota Bandung Kekurangan Ribuan Nakes, Ini Penyebabnya
Salah satunya adalah perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Yunita. Perempuan yang telah bekerja di RSHS sejak tahun 1999 ini sudah cukup makan asam garam menghadapi momen tertentu, seperti libur Nataru atau Lebaran. Dia sudah paham jika profesinya mengharuskannya tetap standby ketika orang lain liburan.
"Sebenarnya, pekerjaan kami ini adalah pilihan. Kami sudah tahu risiko yang kami jalani. Hari raya, atau Nataru, atau Sabtu dan Minggu tetap bekerja. Jadi tidak menjadi beban bagi kami," cerita Yunita kepada Okezone, Minggu (25/12/2022).
Menurut dia, bekerja saat orang lain libur tak hanya soal tuntutan pekerjaan, tetapi juga tanggung jawab akan profesinya sebagai tenaga kesehatan. Keahliannya harus digunakan untuk menolong masyarakat yang sakit. Karena orang sakit sendiri tidak ada liburnya.
BACA JUGA: Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan, Kemenkes Siapkan 420 RS Pendidikan di Seluruh Indonesia
"Orang sakit kan tidak ada liburnya. Makanya kami ada sistem shift. Kami rumah sakit tetap harus melayani pasien, tanpa ada pengurangan personel pada momen libur sekalipun," jelasnya.
Justru pada momen seperti ini, kata dia, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Apalagi ketika musim lebaran. Terkadang angka kecelakaan meningkat, sehingga butuh penanganan segera. Pasien harus ditolong.