Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mitos Perempatan Palbapang, Pengantin Wajib Lepaskan Ayam saat Melintas, jika Diabaikan Dampaknya Mengerikan

Yohanes Demo , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2022 |12:16 WIB
Mitos Perempatan Palbapang, Pengantin Wajib Lepaskan Ayam saat Melintas, jika Diabaikan Dampaknya Mengerikan
Perempatan Pelbapang (Foto: Yohanes Demo)
A
A
A

YOGYAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Yogyakarta tentu sudah tidak asing dengan mitos-mitos yang beredar luas di masyarakat. Kepercayaan terhadap mitos akan sulit jika dipikir secara nalar dan logika.

Namun, dengan adanya kepercayaan terhadap suatu peristiwa oleh masyarakat di daerah menjadi cerita unik tersendiri. BACA JUGA:5 Mitos Jawa Terkait Bencana dari Murka Penunggu Laut hingga Wabah Penyakit

Seperti halnya bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bantul, pastinya sudah tidak asing lagi dengan mitos legenda perempatan Palbapang. Lekat di benak masyarakat, mitos Palbapang ternyata diawali dari cerita Ki Ageng Mangir yang juga merupakan tokoh dibalik asal-usul Palbapang.

Ki Ageng Mangir adalah musuh sekaligus menantu dari Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram.

Kala itu, Ki Ageng Mangir berjalan dari Mangir ke arah timur menuju Mataram. Sesampainya di sebuah desa, ia mendengar bisikan dari tombak sakti Kiai Baru Klinting yang memintanya untuk membatalkan perjalanan.

BACA JUGA:Gunung Semeru Meletus Lagi, Ini 5 Mitos dan Ramalan Jayabaya soal Pulau Jawa yang Terbelah 

Bila Ki Ageng Mangir tetap melanjutkan perjalanan, nyawanya akan di pal (dipastikan) melayang. Meskipun sudah mendapatkan peringatan tersebut, Ki Ageng Mangir tetap bersikukuh untuk melanjutkan perjalanan, namun sebelum melanjutkan perjalanan, Ki Ageng Mangir sempat menamai desa tersebut dengan nama Palbapang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement