Bahkan, tak jarang bukan hanya ayam saja yang ditinggalkan, tetapi juga sesaji dengan berbagai ubo rampe dilengkapi bunga setaman, yang biasanya diletakkan di bawah tugu perempatan. Tentu, hal ini dilakukan sebagai penolak bala.
Meski begitu, dikabarkan pula ada yang menolak mitos tersebut dan membuktikan sendiri bahwa pengantin yang melewati perempatan Palbapang tetap langgeng meski tidak melepas ayam.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kebenaran dari mitos tersebut, namun berdasarkan kebiasaan masyarakat Jawa pada umumnya memegang tradisi nenek moyang untuk melepas ayam sebagai ritual pernikahan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.