Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mitos Perempatan Palbapang, Pengantin Wajib Lepaskan Ayam saat Melintas, jika Diabaikan Dampaknya Mengerikan

Yohanes Demo , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2022 |12:16 WIB
Mitos Perempatan Palbapang, Pengantin Wajib Lepaskan Ayam saat Melintas, jika Diabaikan Dampaknya Mengerikan
Perempatan Pelbapang (Foto: Yohanes Demo)
A
A
A

Palbapang sendiri berasal dari kata pal atau ngepal. Di tengah perjalanan, rombongan Ki Ageng Mangir berhenti sejenak untuk beristirahat. Saat itu, Ki Ageng Mangir teringat dengan bisikan pusakanya. Ia sadar, Panembahan Senopati adalah musuhnya, akan tetapi disisi lain ia menyadari sebagai menantu, ia harus berbakti pada sang mertua.

Suasana hati Ki Ageng Mangir seketika ngemban ngentul atau bimbang, yang konon menjadi asal-usul tempatnya berisitirahat menjadi nama Bantul. Meski bimbang, Ki Ageng Mangir memutuskan tetap melanjutkan perjalanan dan benar saja seperti apa yang dibisikkan pusakanya itu.

Begitu ia bertemu Panembahan Senopati, saat bersimpuh menyembah kepalanya dibenturkan ke kursi singgasana oleh sang mertua hingga tewas.

Sama seperti namanya, perempatan Palbapang berada di Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul. Berjarak sekitar 16 Km dari pusat kota Yogyakarta, Perempatan Palbapang terhitung masih satu garis lurus dengan jalan Bantul yang menghubungkan dengan Kota Yogyakarta.

Lokasinya pun cukup dibilang strategis, setiap detik kendaraan selalu berseliweran menuju 4 arah mata angin. Akan tetapi, dengan letaknya yang strategis itu, ternyata perempatan Palbapang sejak lama sudah menjadi momok bagi orang-orang dengan kondisi tertentu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement