JAKARTA- Pembongkaran Mess Cendrawasih I di Tanah Abang Jakarta Pusat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memanas. Puluhan orang yang diduga suruhan Pemprov Papua tiba-tiba datang dengan membawa beko dan senjata tajam.
Hal ini pun membuat warga DKI Jakarta bersuku Papua yang menghuni bangunan peninggalan Presiden RI pertama Ir Soekarno (Bung Karno) tersebut geram. Alhasil bentrokan pun tak terhindarkan.
(Baca juga: Memanas! Mess Cendrawasih Peninggalan Soekarno di Tanah Abang Batal Dibongkar Hari Ini)
Ketua Ikatan Keluarga Cendrawasih (IKC), Zakeus Sabarofek mengatakan sedari awal para warga memang telah bersiaga. Kata dia, informasi kalau ada suruhan orang Pemprov Papua akan datang sekira Pukul 03.00 WIB.
" (Pukul) 8.30 WIB beko di kawal oleh preman saya enggak tau preman itu dari mana tapi preman tadi banyak yang kesini (mess Cendrawasih I) mereka kawal backhoe sampai depan Muhammadiyah stop. Beko itu pake stiker Pemprov DKI," ujarnya, Jumat (30/12/2022).
"Kita ini diteror oleh massa dan mereka juga ada yang bawa sajam," tambah Zakeus.
Kata Zakeus ada sekitar 50 orang mengawal beko tersebut. Dia pun meminta agar backhoe itu untuk dijauhkan dari Mess Cendrawasih I.
Namun permintaan itu tak diindahkan. Warga yang geram melempari puluhan orang itu dengan sesuatu di balik gerbang Mess Cendrawasih I yang digembok.
"Anak-anak kita baku lempar dengan preman itu. Saya bilang (ke warga Cendrawasih 1) jangan keluar, saya aja nunggu diluar," kata Zakeus.
"Saya bilang anak-anak jangan keluar, jangan kamu kepancing emosi, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Suasana pun mencekam. Warga mulai tak bisa dikontrol dan hendak menyerbu puluhan orang tersebut. Beruntung aparat pun datang untuk meredam.
"Akhirnya aparat datang, dari sana saya suruh anak-anak sebab aparat sudah datang kita mundur ke dalam saja," tutur Zakeus.
Suasana di lokasi pun mulai kondusif. Puluhan orang yang hendak mengekspresi bangunan tersebut mulai meninggalkan lokasi.
"Kalo buka pintu pasti sudah banyak yang terpotong saya cuma pesan ke warga bahwa kalo mereka sampe masuk baru hajar mati tidak papa saya tangguh jawab," tegas Zakeus.
Dia pun sangat menyesalkan upaya yang dilakukan oleh Pemprov Papua tersebut. Seharusnya, mereka bisa datang baik-baik ke warga untuk berkomunikasi memberikan solusi.
"Kalau memang mau eksekui ataupun pengosongan, Pemprov Papua bisa duduk bareng ke kami. Jangan justru menggunakan preman yang menebar ketakutan kami," terangnya
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Pandji Ramadhan membantah adanya bentrokan di Mess Cendrawasih.
"Tidak ada bentrokan, tapi memang ada beberapa massa yang mendatangi Mess Papua. Mereka mencoba menakuti warga Papua," tegasnya.
Mendapat laporan tersebut, puluhan anggota Polsek, Polres Metro Jakarta Pusat serta TNI mendatangi lokasi.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.