Intrusi pesawat tak berawak baru-baru ini menghidupkan kembali kritik atas pertahanan udara Korea Selatan, dan Yoon memerintahkan militer untuk mengirim pesawat tak berawak ke Korea Utara sebagai tanggapan "bahkan jika itu berarti mempertaruhkan eskalasi," kata para pejabat.
Rudal terbaru terbang sekira 400 kilometer setelah ditembakkan sekira pukul 02:50 waktu setempat dari daerah Ryongsong di ibu kota Pyongyang, menurut laporan Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan.
JCS mengecam keras rangkaian uji coba rudal Korut sebagai "provokasi serius" dan mendesak penghentian segera.
Penjaga pantai Jepang mengatakan rudal mencapai ketinggian sekitar 100 km dan terbang sekira 350 km. Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada mengatakan Tokyo telah memprotes Korea Utara atas peluncuran tersebut melalui saluran diplomatik di Beijing.
Korea Utara menembakkan rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2022, terus mengembangkan senjata di tengah spekulasi negara itu dapat menguji senjata nuklir untuk ketujuh kalinya.
Pada November, Korea Utara juga melanjutkan pengujian ICBM untuk pertama kalinya sejak 2017, berhasil meluncurkan Hwasong-17 baru yang besar, yang berpotensi menyerang di mana saja di Amerika Serikat.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.