Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Selain 2020, Inilah 6 Tahun Terburuk dalam Sejarah Umat Manusia

Nadilla Syabriya , Jurnalis-Jum'at, 06 Januari 2023 |15:17 WIB
Selain 2020, Inilah 6 Tahun Terburuk dalam Sejarah Umat Manusia
Foto: Reuters.
A
A
A

4. 1816

Banyak sejarawan menyebut tahun 1816 sebagai "Tahun Tanpa Musim Panas" karena rata-rata penurunan suhu global. Penurunan suhu tersebut diakibatkan oleh letusan Gunung Tambora yang terletak di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada 1815.

Tak hanya membunuh lebih dari 71.000 orang di Pulau Sumbawa, tapi abu yang dilepaskan dari letusan dahsyat itu menciptakan anomali iklim global. Musim dingin vulkanik yang diakibatkannya menyebabkan “krisis penghidupan besar terakhir di Dunia Barat”, yang memengaruhi Eropa Barat dan Amerika Utara bagian Timur.

Orang-orang mengalami cuaca beku dan hujan salju yang ekstrem di bulan Juni, dan sungai-sungai tetap membeku hingga Agustus. Orang-orang yang terkena dampak perubahan cuaca tidak mengalami musim panas pada tahun dan gagal panen. Hal ini menyebabkan kelaparan dan kematian yang meluas di belahan bumi utara.

5. 1347

Mulai tahun 1346, wabah pes menyebar ke seluruh Eurasia dan Afrika Utara, membunuh lebih banyak orang daripada pandemi lainnya dalam sejarah manusia. Wabah pertama kali diidentifikasi di Krimea pada tahun 1347, dan dari sana, menyebar seperti api.

Wabah ini disebabkan oleh bakteri bernama Yersinia pestis, yang disebarkan oleh kutu. Pada abad ke-14, kutu merupakan masalah yang jauh lebih besar daripada saat ini, sehingga penyakit sampar menyebar dengan cepat. Sayangnya, itu juga ditularkan melalui kontak orang ke orang, sehingga berbahaya untuk merawat siapa pun yang terserang penyakit tersebut.

Black Death tercatat sebagai pandemi paling fatal yang pernah tercatat, dan dampaknya bertahan lama. Ketika wabah itu akhirnya berakhir pada tahun 1353, sebanyak 60% penduduk Eropa tewas. Ini meninggalkan kesenjangan besar dalam masyarakat yang sebagian besar agraris, membuat pemulihan menjadi sulit dan lambat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement