Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 'Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 07 Januari 2023 |14:31 WIB
Kisah 'Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi
Film Titanic produksi Nazi pada 1943. (Foto: Getty Images)
A
A
A

Sang pejabat Nazi merasa adegan tragedi dalam film itu begitu realistis sehingga dapat memicu kepanikan di saat banyak warga sipil Jerman hidup dalam ketakutan akan serangan udara.

"Hal yang juga menjadi masalah ialah bahwa perwira fiktif asal Jerman di atas Titanic dalam film itu melanggar perintah atasannya karena meyakini bahwa mereka salah secara moral. Itu bukan pesan yang ingin disampaikan Nazi kepada para perwira Jerman di kehidupan nyata," kata Von Lunen.

Dalam bukunya, Profesor Watson mencatat bahwa film tersebut awalnya hanya dirilis di wilayah pendudukan Jerman dan tidak ditayangkan di dalam Jerman sampai 1949, ketika ditemukan kembali dalam arsip Nazi.

"Namun terlepas dari pesan politiknya, film ini mengesankan dari perspektif teknologi," kata Profesor Watson.

"Dan contoh terbesarnya ialah A Night to Remember, film Inggris tahun 1958 tentang Titanic, menggunakan adegan dari produksi Nazi karena kualitas dan realismenya."

Tragedi dalam kehidupan nyata 

Fakta bahwa film Titanic versi Nazi gagal, konsekuensi logisnya Cap Arcona bakal kembali terlupakan.

Nyatanya, kapal itu mendapatkan tempat yang lebih terkenal dalam sejarah.

Setelah digunakan dalam evakuasi lebih dari 25.000 tentara Jerman dan warga sipil dari pasukan Rusia yang menyerang di front timur, pada 1945 ia menjadi kapal penjara yang ditambatkan di Baltik untuk narapidana yang dipindahkan dari berbagai kamp konsentrasi dalam upaya menyembunyikan bukti kejahatan Nazi.

Prof Watson mengatakan bahwa dokumen dari kedua pihak memperkirakan bahwa setidaknya 5.000 orang berada di atas Cap Arcona pada 3 Mei ketika kapal itu dihantam oleh serangkaian serangan oleh pesawat pengebom Angkatan Udara Kerajaan Inggris.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement