Rentetan serangan itu didasari laporan intelijen bahwa Cap Arcona dan kapal-kapal lain di wilayah itu dapat menampung petugas SS yang berusaha melarikan diri dari penangkapan.
"Kurang dari 300 orang mungkin selamat. Itu adalah salah satu insiden kawan melawan kawan terburuk yang pernah terjadi dalam perang," katanya.
Dua kapal lain yang digunakan untuk tujuan yang sama juga diserang, menambah perkiraan jumlah total korban menjadi 7.000.
Yang lebih tragis lagi ialah Cap Arcona dan kapal-kapal lainnya diserang hanya empat hari sebelum Jerman menyerah tanpa syarat dan berakhirnya perang di Eropa.
Pada akhirnya, jumlah korban yang tewas akibat tenggelamnya kapal Titanic Nazi lebih dari dua kali lipat dari tragedi kapal Titanic yang asli.
(Rahman Asmardika)