Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 'Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 07 Januari 2023 |14:31 WIB
Kisah 'Titanic' Versi Nazi, Film Propaganda Termahal yang Berujung Tragedi
Film Titanic produksi Nazi pada 1943. (Foto: Getty Images)
A
A
A

Namun, proses produksinya kacau. Tentara melecehkan para aktor perempuan dan ada kepanikan bahwa lokasi syuting film yang terang akan menjadi sasaran pengeboman sekutu.

Ada juga masalah lain yang lebih serius: Herbert Selpin, sutradara yang ditugaskan untuk proyek ini, tidak disukai oleh para pejabat Nazi. Bahkan, setelah mengkritik campur tangan petinggi Nazi dalam jadwal syuting, Selpin ditangkap dan diinterogasi oleh Goebbels sendiri.

Dia kemudian ditemukan gantung diri di sel penjaranya.

Mengubah plot 

Tetapi, entah bagaimana, film itu berhasil dibuat, dengan propaganda keras pada inti ceritanya: kecelakaan itu digambarkan sebagai kisah keserakahan perusahaan Inggris pemilik Titanic, yang mengabaikan upaya satu-satunya anggota kru Jerman untuk memperlambat kapal saat melintasi perairan Atlantik Utara yang penuh es.

Pada akhirnya, sebuah pesan epilog menyatakan dalam bahasa Jerman bahwa kematian lebih dari 1.500 penumpang merupakan "kecaman abadi atas pencarian tanpa akhir Inggris untuk mendapatkan keuntungan".

"Ada film propaganda Nazi dengan pesan yang jauh lebih halus," sejarawan Jerman Alex Von Lunen menjelaskan.

"Film Titanic ini seakan menunjukkan delusi beberapa anggota Nazi tentang efek propaganda. Mereka benar-benar merasa seakan-akan mereka masih bisa memenangkan perang jika mereka sekadar menyemangati rakyat. Dan hal yang kemudian terjadi dengan film tersebut benar-benar membuatnya lebih menarik."

Von Lunen merujuk pada bagaimana Goebbels, yang telah memberi lampu hijau pada produksi, akhirnya melarang film itu ditayangkan di bioskop Jerman setelah menonton produk akhirnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement