JAKARTA - Tahun 2023 digadang-gadang menjadi tahun turbulensi politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kendati demikian, pembangunan yang tengah gencar dilakukan Indonesia bakal terus berjalan hingga akhir masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden.
Hal ini dikatakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan dalam diskusi politik Polemik MNC Trijaya bertajuk "2023 Tahun Turbulensi Politik" pada Sabtu 7 Januari 2023.
"Yang pasti pembangunan akan terus berjalan sampai dengan akhir masa jabatan jokowi 20 Oktober 2024," ujar Ade, Sabtu (7/1/2023).
BACA JUGA: TGB: Jelang Pemilu 2024, Hindari Politik Identitas Destruktif
Ade menambahkan, pemerintahan sendiri bertugas untuk memonitoring penyelenggaraan pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
"Pemerintah tugasnya adalah bagaimana pelaksanaan pemilu itu bisa tetap berjalan, tentu aparat keamanan juga akan selalu diminta untuk berkoordinasi dengan aparat pemilu," katanya.
BACA JUGA:ASN Diizinkan Jadi Panitia Pemilu, Perindo Harap Tetap Kedepankan Independensi
Di sisi lain, Ade meminta partai politik tidak Main-main di ranah politik Identitas. Karena, politisasi Identitas bakal mengacu pada terpecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Silakan buka strategi, tapi jangan melakukan politisasi dalam bentuk apapun, apakah agama etnis dan lain-lain sebagainya," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.