3. Bu Ruswo
Wanita yang lahir dengan nama Kusnah pada tahun 1905 di Yogyakarta ini juga termasuk tokoh perempuan yang dianugerahi Bintang Gerilya oleh pemerintah. Bu Ruswo memiliki peranan penting dalam revolusi fisik di Yogyakarta.
Ia merupakan sosok perempuan yang berasal dari kalangan Jawa biasa dan pendidikannya hanya sampai sekolah rendah. Akan tetapi, ia memiliki kesadaran nasional yang tinggi terhadap nasib bangsa dan negaranya.
Bu Ruswo berjuang di belakang layar dengan memasok logistik bagi para prajurit yang terjun langsung. Seusai kemerdekaan Republik Indonesia, ia mengoordinasikan dapur umum selama revolusi fisik. Selain itu, ia juga menjadi kurir dan aktif dalam Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP).
4. Raharti
Pada Hari Pahlawan 1961, pemerintah Indonesia menganugerahi Bintang Gerilya kepada Raharti. Tanda kehormatan Bintang Gerilya diberikan kepada Raharti sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam perjuangan di masa gerilya.
Ketika itu, Raharti berjasa dalam memasok makanan bagi pejuang di garis depan dengan berpura-pura sebagai wanita desa yang membawa berbagai bahan pangan.
Namun, gerak-geriknya terendus Belanda hingga akhirnya pasukan Belanda menggeledah rumah Raharti. Bahkan Raharti sempat ditembak beberapa kali, namun nyawanya masih dapat diselamatkan. Raharti meninggal dunia pada 1957.
5. Nyonya Supiyah
Nyonya Supiyah menerima tanda kehormatan Bintang Gerilya berkat jasanya. Karena andilnya, satu peleton pasukan Republik yang berjumlah 27 orang di Nongkojajar, Malang terhindar dari bahaya maut.
Kala itu, di tahun 1946, Nyonya Supiyah mengatakan kepada pasukan Belanda yang datang satu kompi bahwa di desanya itu tidak ada tentara yang bersembunyi. Dengan keberanian Nyonya Supiyah, peleton Sumarjono dari Kompi Sujono Gaplek, yang saat itu beristirahat di desa, dapat menyelamatkan diri.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.