Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Parpol Mulai Seleksi Capres dan Cawapres, Siti Zuhro: Tolong Didengar Aspirasi Masyarakat Luas

Rifqa Nisyardhana , Jurnalis-Senin, 09 Januari 2023 |09:29 WIB
Parpol Mulai Seleksi Capres dan Cawapres, Siti Zuhro: Tolong Didengar Aspirasi Masyarakat Luas
A
A
A

JAKARTA – Dalam mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) diperlukan mendengar aspirasi-aspirasi dari masyarakat.

Menurut Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., aspirasi masyarakat berusaha meminta tolong kepada partai politik karena mereka yang diberikan satu otoritas penuh oleh konstitusi dan UUD 1945 untuk mengusung pasangan calon.

"Partai politik ini menjadi garda terdepan dalam memilih pasangan calon. Jadi tentu dalam memilih itu tolong didengar apa aspirasi masyarakat luas. Karena itu adalah fungsi partai untuk mengakomodasi, untuk mencatat, mendengarkan aspirasi masyarakat luas," jelas Siti dalam acara program Special Dialogue Okezone.

Belakang ini, PDIP pun akan mengumumkan bakal calon pasangannya segera mungkin di Januari 2023.

Siti menambahkan bahwa kader-kader dari PDIP sudah disebut. Gerinda pun sudah menyebut nama calonnya. Selain itu, PKB, Nasdem, dan Golkar sudah menyampaikan amanat bahwa ketuanya bisa menjadi capres dan cawapres.

Demikian juga partai PKS dan Demokrat yang sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi capres dan cawapres.

"Jadi menurut saya semuanya sudah ancang-ancang mempersiapkan itu semuanya," ucap Siti.

Di dalam tataran eksekusinya, partai-partai tersebut mungkin masih membutuhkan diskusi pembahasan hitung-hitungan politik tentang keuntungan, manfaat, dan dampaknya yang akan diperoleh jika mereka berkoalisi.

"Karena orientasi pertamanya adalah menang," tambah Siti.

Menurut Siti, inilah yang harus diberikan koridornya dengan baik kemudian dilakukan kompetisi sesuai kualitasnya dan substansinya.

Siti juga mengatakan agar masyarakat Indonesia jangan diajari oleh elite atau yang menokohkan dirinya sendiri sebagai elite untuk terus menerus mengumbar kebencian dan ketidaksukaan kepada seseorang.

"Itu dosa. Kalau kita muslim itu dosa," ujar Siti.

Barulah setelah nama calon-calon mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), diberikan CV dan biodatanya kepada publik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement