JAKARTA – Papua saat ini tanpa pemimpin setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe usai ditetapkan tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur.
Penangkapan tersebut menyebabkan kondisi pemerintahan Papua kosong tanpa pemimpin. Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meninggal dunia pada 21 Mei 2021.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa, telah disiapkan langkah-langkah alternatif agar pemerintahan di Papua tetap berjalan.
(Baca juga: Detik-Detik Penangkapan Lukas Enembe, Pantau Jumlah Pendukung hingga Cek Nasi Bungkus)
"Ya. Sudah ada langkah-langkah alternatif pokoknya pemerintah tidak boleh macet, pemerintahan harus tetap jalan," kata Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (11/1/2023).
Mantan Ketua MK ini menambahkan, pihaknya telah lama menyiapkan langkah-langkah alternatif tersebut, dengan berbicara bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Panglima TNI, Kapolri, Menteri Kesehatan, dan pihak-pihak lainnya.
"Kan kita sudah lama menyiapkan langkah-langkah alternatif yang benar secara yuridis, kita sudah bicara dengan Kemendagri, Panglima TNI, Kapolri, Menkes, dan sebagainya, kita sudah rapat," ucapnya.
Kendati demikian, Mahfud belum dapat memerinci apa langkah alternatif tersebut, dan belum menjelaskan siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan di pemerintahan Papua. "Nanti ditunggu aja langkah berikutnya," singkatnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.