Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mimpinya Jadi Jenderal Ditertawakan, Anak Pedagang Pasar Ini Berhasil Jadi Danjen Kopassus hingga KSAD

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 14 Januari 2023 |06:41 WIB
Mimpinya Jadi Jenderal Ditertawakan, Anak Pedagang Pasar Ini Berhasil Jadi Danjen Kopassus hingga KSAD
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS pernah ditertawakan ketika mengungkapkan keinginannya menjadi jenderal.

Namun, ledekan itu membuat Subagyo HS menjadi Danjen Kopassus hingga KSAD atau Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Kala itu, Subagyo HS atau Subagyo Hadi Siswoyo berkumpul dengan teman-teman lamanya seraya makan bakmi goreng di Kauman, Yogyakarta.

Ketika itu, pangkat Subagyo HS masih letnan kolonel sebagai perwira menengah Kopassus. Saat berkumpul dengan teman-teman lamanya itu, Subagyo menyampaikan sebuah impiannya yang wajar sebenarnya bagi semua prajurit terutama dari lulusan akademi militer, yakni ingin menjadi jenderal suatu saat nanti.

“Mendengar itu (cita-cita Subagyo), rekan-rekannya spontan menanggapi dengan nada sinis dibarengigelak tawa,” ujar Carmelia Sukmawati dalam buku ’Subagyo HS KASAD dari Piyungan’.

Pasalnya, teman-teman lamanya Subagyo HS tahu betul latar belakang serdadu berkumis lebat itu, dari mana berasal dan siapa orangtuanya. Sehingga, cita-cita seorang anak desa itu dianggap terlalu muluk oleh teman-teman lamanya.

Rosil, salah seorang teman Subagyo mengungkapkan bahwa tidak ada yang percaya dengan omongan Subagyo ketika itu. Rosil (kelak menjadi pengusaha di Yogyakarta) yang merupakan aktivis Muhammadiyah ini sahabat karib Subagyo sekaligus tempat bertanya mengenai hal-hal rohaniah.

"Waktu itu Subagyo sudah sangat yakin dirinya akan bisa menjadi jenderal. Tapi teman-temannya tidak ada yang percaya. Bagaimana mungkin dia bisa mewujudkan impiannya itu, kami tahu latar belakangnya,” ungkapnya.

Subagyo HS adalah anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Yakub Hadiswoyo dan Sukiyah. Yakub dikenal sebagai juru penerang yang bekerja pada Djawatan Penerangan, sedangkan Sukiyah berjualan di pasar untuk membantu ekonomi keluarga.

Rumah mereka berlantai tanah dengan dinding gedek alias anyaman bambu. Kondisi ekonomi keluarga Hadisiswoyo tergolong biasa-biasa saja untuk ukuran masyarakat desa pada masanya. Subagyo HS lahir pada 12 Juni 1946 di Desa Piyungan, Kabupaten Bantul atau sekitar 15 kilometer arah timur Yogyakarta.

Namanya saat lahir hanya Subagyo tanpa embel-embel Hadisiswoyo. Su berarti lebih, bagyo diartikan bahagia.

Dengan latar belakang itu, Subagyo merasa tersinggung ketika impiannya untuk menjadi jenderal ditertawakan kawan-kawannya. Sebab, awalnya dia berharap impiannya itu didukung dan didoakan kawan-kawannya.

Namun, Subagyo menjadikan itu sebagai cambuk baginya untuk membuktikan impiannya tersebut bukanlah omong kosong. “Sok, aku dadi bintang papat (besok, aku jadi bintang empat),” kata Bagyo, lulusan Akabri 1970 ini dalam hati.

Memasuki Mei 1994 atau tiga windu mengabdi di militer, Kolonel Inf Subagyo mendapatkan promosi kenaikan pangkat. Bagyo tembus bintang satu alias brigadir jenderal (brigjen).

Hal itu sekaligus mencatatkan Bagyo sebagai lulusan pertama lichting 70 yang pecah bintang. Karier Subagyo makin bersinar. ABRI kembali melakukan mutasi besar-besaran pada akhir Agustus 1994.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement