Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diungkap Kapolri, Ini Pemicu Bentrok TKA dan Pekerja Lokal di Morowali Utara

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2023 |17:48 WIB
Diungkap Kapolri, Ini Pemicu Bentrok TKA dan Pekerja Lokal di Morowali Utara
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan akar masalah terjadinya bentrokan di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Listyo mengatakan, bentrokan dipicu karena adanya provokasi dari ajakan mogok kerja karyawan PT GNI.

"Bentrokan yang terjadi di perusahaan smelter GNI ini dipicu karena adanya provokasi yang muncul karena ada ajakan mogok kerja dan ada beberapa peristiwa yang terkait dengan masalah industrial yang saat itu sedang dirundingkan," kata Listyo dalam keterangannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (16/1/2023).

BACA JUGA:Bentrok TKA dan Pekerja Lokal di Morowali, Kapolri: 71 Orang Ditangkap, 17 Ditetapkan Tersangka 

Belum selesai permasalahan itu, kata Listyo, lalu dimunculkan isu seolah-olah tenaga kerja asing (TKA) memukul karyawan warga lokal.

"Kemudian, muncul viral seolah-olah telah terjadi pemukulan oleh TKA terhadap TKI. Sehingga inilah yang kemudian memunculkan pengaruh provokasi dan kemudian mengakibatkan terjadinya penyerangan," ujarnya.

BACA JUGA:Mahfud MD Kirim Tim Pantau Bentrok TKA dan Pekerja Lokal di Morowali Utara 

Listyo menambahkan, pihaknya telah mengamankan 70 orang lebih dan telah menetapkan 17 orang tersangka terkait kasus bentrokan di PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

"Saat ini, kegiatan terkait dengan peristiwa tersebut sudah bisa diatasi oleh kepolisian beberapa pelaku pengrusakan saat ini sudah diamankan kurang lebih ada 71 yang telah diamankan dan 17 orang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Diketahui, bentrokan terjadi di PT GNI di Morowali Utara, Sulawesi Tengah antara warga lokal dan TKA China. Akibatnya dua orang meninggal dunia.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement