JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pembacaan surat tuntutan terhadap Kuat Maruf mengungkapkan, bahwa pemicu pembunuhan terhadap Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo adalah perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan korban.
Keterangan yang menguatkan terjadinya perselingkuhan itu datang dari tiga orang yakni Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan ahli poligraf Aji Febriyanto. Berikut sejumlah faktanya :
1. Perselingkuhan Brigadir J dan Putri di Magelang
"Fakta hukum, bahwa benar pada hari Kamis tanggal 7 Juli 2022, sekira sore hari di rumah Ferdy Sambo di Magelang, terjadi perselingkuhan antara korban J dengan saksi Putri Candrawathi," ucap JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (16/1/2023).
BACA JUGA:5 Fakta Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Begini Penjelasan Jaksa
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Richard Eliezer, dan Ricky Rizal didakwa atas tuduhan melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Pembunuhan disebut terjadi lantaran adanya cerita sepihak dari istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang mengaku dilecehkan oleh Brigadir J di Magelang pada 7 Juli 2022.
Menurut penjelasan JPU, perselingkuhan itu terungkap oleh Kuat Maruf di rumah Magelang saat Brigadir J keluar dari kamar Putri Candrawathidi lantai dua. Ini membuat Kuat kemudian mencoba menyerang Brigadir J dengan pisau dapur.
2. Isu Perselingkuhan Hanya Bumbu Dalam Tuntutan
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana mulanya mengaku telah memanggil tim jaksa dalam perkara Brigadir J. Dia menanyakan soal alasan isu perselingkuhan Putri dan Brigadir J turut disebut dalam tuntutan.
"Ini dari ahli poligraf Pak'," ungkap Fadil menirukan keterangan jaksa saat jumpa pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (19/1/2023).
BACA JUGA:Ibu Yosua Menangis Histeris Lantaran Putri Candrawathi Hanya Dituntut 8 Tahun Penjara
Isu perselingkuhan Putri Candrawathi dan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, hanya sebatas bumbu dalam tuntutan. Tim jaksa tetap fokus pada dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J.