Setelah semua informasi diterima secara lengkap, Endriartono langsung membuat rencana penyergapan. Seluruh Komandan Regu (Danru) dikumpulkan termasuk Bintara Peleton. Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah 29 April 1947 ini pun mengeluarkan perintah untuk dilaksanakan pada esok harinya.
Tepat pada hari H dan jam J, beberapa saat sebelum Subuh, Endriartono senyap bergerak secara senyap menuju sasaran tanpa diketahui oleh musuh. Pasukannya kemudian menyebar menuju posisi masing-masing. Saat terang, peleton Endriartono telah mengepung pasukan musuh. Perintah serbuan kemudian di keluarkan Endriartono kepada pasukannya.
"Musuh yang tidak menyangka bakal dikepung secara mendadak terkejut bukan kepalang," kenangnya.
Karena tidak siap mendapat serangan dari Endriartono, musuh membalas secara membabibuta sambil berhamburan menyelamatkan diri ke hutan dan lembah. Dalam relatif singkat perlawanan musuh terhenti.
Endriartono kemudian melakukan pembersihan, dan mendapati sebanyak tujuh musuh tewas tertembak. Tidak hanya itu, Endriartono bersama peletonnya juga menyita beberapa pucuk senjata dan perlengkapan yang ditinggalkan musuh.
“Terbalaskan sudah gugurnya Lettu Inf Agus Revulton sahabat karib dan seperjuangan,” tulis Endriartono dalam bukunya.
Setelah berhasil menjalankan misi operasinya dengan heroik, seluruh pasukan Yonif 305/Tengkorak di bawah pimpinan Endriartono Sutarto kemudian dipindah ke Dili menyusul berakhirnya Operasi Sapu Bersih di Timtim.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.