"Ini kekacauan nasional, Anda tidak bisa hidup seperti ini. Kami berada dalam ketidakpastian yang mengerikan, ekonomi, vandalisme," kata penduduk Lima, Leonardo Rojas.
Pemerintah minggu ini memperpanjang keadaan darurat ke enam wilayah, membatasi beberapa hak sipil.
Tetapi Presiden Boluarte telah menolak seruan untuk mengundurkan diri dan pemilihan umum, sebaliknya menyerukan dialog dan berjanji untuk menghukum mereka yang terlibat dalam kerusuhan.
"Semua hukum akan dijatuhkan pada orang-orang yang telah bertindak dengan vandalisme," terangnya, pada Kamis (19/1/2023).
Beberapa penduduk setempat menuding Boluarte karena "tidak mengambil tindakan apa pun" untuk memadamkan protes, yang dimulai pada 7 Desember tahun lalu sebagai tanggapan atas pemecatan dan penangkapan mantan Presiden Pedro Castillo, yang secara ilegal mencoba membubarkan Kongres.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) menuduh polisi dan tentara menggunakan senjata api yang mematikan.
Polisi mengatakan pengunjuk rasa telah menggunakan senjata dan bahan peledak rakitan.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.