Tak hanya itu, Indonesia juga memesan 42 jet tempur Rafale senilai US$1,8 miliar dari Prancis. Dari pembelian jangka panjang ini, Indonesia akan memboyong enam unit terlebih dahulu.
Adapun, untuk terus memperkuat pertahanan udara nasional, Kemenhan tak hanya menjajaki kerjasama dengan Prancis. Kala menjamu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin pada November 2022, Prabowo pun berdiskusi terkait pembelian jet tempur F-15.
AS pun disebut telah sepakat menjual 36 jet tempur F-15 senilai US$14 miliar atau sekitar Rp200 triliun.
Di samping itu, Indonesia juga telah meneken kontrak pembelian peluru kendali Khan buatan perusahaan Turki, Roketsan. Rudal ini dapat diluncurkan dari peluncur roket multilaras dengan berat 2.500 kg dengan sasaran tembak mencapai 280 kilometer.
Sejumlah pembelian Alutsista nasional ini tak ayal semakin menabalkan nama Indonesia sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di ASEAN, dan mengokohkan citra Indonesia di mata dunia.
Kekuatan militer Indonesia semakin digdaya
Maka dari itu, tak heran ranking kekuatan militer Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Global Firepower (GFP), kekuatan militer Indonesia 2023 menduduki posisi ke-13 dunia dengan indeks kekuatan 0,2221, dari 145 negara.
Peringkat Indonesia ini lebih baik dibandingkan 2022 yang berada pada posisi 15 dengan indeks kekuatan 0.2251. Pada tahun lalu, Indonesia berhasil mendepak kekuatan militer Jerman ke posisi 16.
Kini rangking kekuatan militer Jerman pun terus melorot ke posisi 25 dunia.
Sementara itu, Amerika Serikat masih dinilai sebagai negara dengan kekuatan militer paling tangguh di posisi 1 dunia. Posisi Amerika Serikat dibuntuti oleh kekuatan militer Rusia di ranking 2 dan militer China di ranking 3 dunia.
Ada 60 faktor yang digunakan untuk menentukan skor pada indeks kekuatan (Power Indeks). Kategori yang dinilai antara lain jumlah unit militer serta kemampuan keuangan negara hingga kekuatan logistik dan kondisi geografi suatu negara.
Mengacu pada catatan GPF, kekuatan militer Indonesia tercermin dari indeks kekuatan finansialnya. Misalnya dari sisi Purchasing Power Parity (PPP), Indonesia memiliki paritas daya beli sebesar US$3,130,470,000,000. Hal ini menempatkan Indonesia di urutan ke-7 dari 145 negara.
Namun, sayangnya kekuatan finansial Indonesia juga memiliki kelemahan dari sisi utang atau pinjaman. Di mana indeks External Debt Indonesia mencapai US$400.000.000.000.
Faktor lain yang mendukung kekuatan militer Indonesia adalah dari segi jumlah populasi. Populasi Indonesia terbesar keempat didunia dengan jumlah penduduk sebesar 277.329.163 jiwa. Di mana, dari total populasi itu sebanyak 135.891.290 jiwa merupakan angkatan kerja.