Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Periskop 2023: Ambisi Indonesia Memperbarui Alutsista Demi Sejajar dengan Kekuatan Militer Dunia

Nanda Aria , Jurnalis-Senin, 23 Januari 2023 |06:17 WIB
Periskop 2023: Ambisi Indonesia Memperbarui Alutsista Demi Sejajar dengan Kekuatan Militer Dunia
Ilustrasi F-15/ Doc: BBC
A
A
A

Dengan 277 juta populasi itu, Indonesia diperkirakan memiliki personel militer sebanyak 1.080.000 orang, yang terdiri dari 40.000 Angkatan Udara, 300.000 Angkatan Darat, dan 75.000 Angkatan Laut.

Selain itu, faktor lain yang diukur GPF adalah sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara. Indonesia beruntung memiliki berbagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan seperti gas alam, minyak bumi, dan batu bara.

Berdasarkan perhitungan GPF, saat ini kekuatan militer Indonesia cukup mumpuni. Misalnya, di Angkatan Udara Indonesia memiliki 466 unit Kekuatan udara, yang terdiri dari pesawat tempur, helikopter, pesawat angkut, hingga tanker.

Sedangkan kekuatan darat, Indonesia memiliki 314 unit tank, kendaraan lapis baja 12,008 unit, Senjata Artillery 153 unit, meriam 414 unit, dan roket 63 unit.

Sementara kekuatan laut, Indonesia memiliki 10 unit kapal fregat, 21 unit kapal korvet, 4 unit kapal selam, 202 kapal patroli, dan 13 kapal penyapu ranjau.

Terbaru, Indonesia pun telah kedatangan dua pesawat jet bertipe Dassault Falcon 7X dan Falcon 8X buatan Prancis pada akhir tahun lalu. Pesawat ini akan menambah kekuatan Skadron Udara. Kedatangan pesawat ini pun diresmikan langsung oleh Menhan Prabowo.

"Hari ini kita berbangga, ada perkuatan tambahan untuk TNI AU, dua pesawat yang kita sebut pesawat kodal, komando pengendalian," katanya.

Memburu target-target persenjataan nasional

Di sisi lain, Kemenhan pun terus memacu target pemenuhan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) 100 persen pada 2024. Hal ini untuk terciptanya swasembada Alutsista nasional. Program yang sudah dicanangkan sejak 2007 ini memasuki tahap ketiga pada 2020-2024.

Hanya saja, target ini sepertinya akan sedikit mundur dan direvisi menjadi 70 persen saja akibat badai ekonomi global yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan juga perang Rusia-Ukraina. Di mana sejumlah lembaga internasional memperkirakan pada tahun 2023 sejumlah negara akan mengalami goncangan dahsyat.

"Ancaman pandemi Covid-19 begitu luar biasa, di mana pemerintah fokusnya adalah melindungi rakyat. Jadi, anggaran-anggaran kita fokus mengatasi Covid-19. Jadi, kalau masalah Alutsista tertunda, itu (gejolak global) kita harus menghadapinya," ucap Prabowo.

Kemenhan pun telah menyusun masterplan untuk kebutuhan persenjataan Indonesia hingga 25 tahun ke depan. Proposal ini disusun berdasarkan pada kebutuhan persenjataan jangka panjang untuk menjaga pertahanan nasional.

Pasalnya, dari segi jumlah dan kemampuan, persenjataan Indonesia sudah pada taraf mengkhawatirkan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

"Kalau kita hanya berpikir soal kemampuan atau kekuatan persenjataan kita memang sangat sangat mencemaskan. Bukan mencemaskan, tapi sangat mencemaskan," kata Mahfud, Kamis (20/10/2022).

Mahfud menerangkan, berdasarkan hitungannya seharusnya kebutuhan kapal perang lebih banyak dari sekarang, termasuk kebutuhan senjata dengan jarak tembak hingga 200 km hingga 200.000 km, teritori wilayah Indonesia yang luas.

Begitu pula dengan kebutuhan pesawat nasional. Menurut hitungannya dengan Prabowo, Indonesia harusnya memiliki 200 unit pesawat jenis tertentu. Sedangkan, saat ini Indonesia hanya punya 17. Ini masih jauh dari kebutuhan yang semestinya.

Padahal, Presiden Soekarno jauh-jauh hari sudah mengingatkan, "Bahwa jika Angkatan Perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi, sederajat dengan angkatan perang dunia internasional, kita harus mempunyai Angkatan Udara yang sebaik-baiknya," ucap Bung Besar di Hari Peringatan Lima Tahun AURI, tanggal 9 April 1951.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement