Saat itu, Sambo mengaku dirinya panik. Kendati demikian, ia berkata harus segera mengambil langkah untuk atasi keadaan tersebut. "Trutama untuk melindungi Richard Eliezer pasca terjadinya peristiwa penembakan," tutur Sambo.
Atas dasar itu, Sambo terpikirkan untuk merekayasa kejadian dengan cara tembak-menembak antarpolisi. Rencana itu diakui Sambo berbekal pengalaman menjadi penyidik di Korps Bhayangkara.
"Ketika saya melihat senjata yang terselip di pinggang belakang kanan Yosua, maka saya segera mecocokkan situasi yang terjadi dengan cerita yang layak sebagai cara untuk melindungi Richard Elizer. Imajinasi saya bekerja," ucap Sambo.
"Dan segera saya mengambil senjata HS dari pinggang Yosua, menggenggamnya dan menembakkan ke dinding di atas tangga, lantas menggenggamkan senjata tersebut ketangan Yosua dan kemudian menembakkannya ke dinding atas tivi di ruang tengah rumah Duren Tiga 46. Sehingga cerita tembak-menembak antara Richard Elizer dengan Yosua dapat tergambarkan di tempat kejadian perkara," tandas Sambo. (erh)
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.