Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Kamis, 26 Januari 2023 |10:05 WIB
 Ketika Jokowi Bercerita Bingungnya WHO saat Pertama Pandemi Covid-19
Presiden Joko Widodo (foto: dok biro pers)
A
A
A




JAKARTA - Presiden Jokowi bercerita bingungnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ketika dalam memberikan arahan kepada negara-negara terkait pandemi covid-19.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (26/1/2023).

"Kita ingat awal-awal dari WHO disampaikan saya akan bertanya pada mereka, 'presiden ga usah pakai masker, awal-awal yang pakai masker hanya yang batuk-batuk yang kena saja'. enggak ada seminggu semua harus pakai masker, ternyata mereka bingung kita juga bingung," kata Jokowi dalam sambutannya, Kamis (26/1/2023).

 BACA JUGA:Waspada! Covid-19 Varian Kraken Sudah Masuk ke Indonesia Lewat WN Polandia

Kebingungan, kata Jokowi, juga muncul pada saat semua negara mencari alat pelindung diri (APD) dimana kala itu pandemi Covid-19 mencapai puncaknya. Jokowi pun baru menyadari bahwa Indonesia bisa memproduksi APD dan dikirim ke negara-negara lain.

"Begitu sampai pada puncaknya semua negara cari APD, semuanya kita juga cari kemana-mana, eh ternyata kita sendiri bisa berproduksi dan di kirim ke negara-negara lain saling memang posisinya posisi semuanya bingung," kata Jokowi.

BACA JUGA:Menkes Budi Jelaskan Rencana Vaksin Covid-19 Berbayar 

Meski begitu, kata Jokowi, semua pihak menjalankan manajemen mikro dan makro secara baik. Karena alasan tertekan juga, menurutnya, semua pihak dapat bekerja secara efektif.

"Jadi ini sebagai pengaman ternyata kalau kita pengen semua kita ini bekerja memang harus ditekan dulu, ditekan oleh persoalan, ditekan oleh problem ditekan oleh tantangan," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah bekerja keras selama 3 tahun dalam menangani pandemi maupun mengatasi ekonomi.

"Sebuah tantangan yang sangat berat, sebuah persoalan yang sangat-sangat berat yang kita hadapi saat itu dan tidak ada standarnya, tidak ada pakemnya karena memang kita semuanya belum memiliki pengalaman dalam menangani pandemi ini," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement