Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalan Setapak Kuno yang Menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik Terungkap, Panjangnya 4.000 Km

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2023 |05:54 WIB
Jalan Setapak Kuno yang Menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik Terungkap, Panjangnya 4.000 Km
Ilustrasi/ Doc: BBC
A
A
A

Kurangnya bukti fisik ini tidak hanya menyebabkan teori yang berbeda di kalangan akademis tentang siapa yang menciptakannya dan kapan, tetapi juga spekulasi liar bahwa jalan setapak ini dibuat oleh bangsa Viking atau Sumeria - atau bahkan Santo Thomas dalam misi penginjilan dari India.

Beberapa teori menyebutkan rute tersebut dibuat sekitar 400 atau 500 M, yang lain mengindikasikan bahwa jalan itu dibuat 10.000 tahun yang lalu oleh bangsa pemburu-pengumpul Paleo-India.

"Caminho de Peabiru adalah jalan lintas benua terpenting di Amerika Pra-Columbus, menghubungkan orang, wilayah, dan lautan," kata Dr Claudia Parellada, seorang arkeolog Brasil yang telah menerbitkan beberapa makalah akademis tentang topik ini.

Ia juga menjabat sebagai koordinator Departemen Arkeologi di Museum Paranaense di Curitiba, di mana banyak dari sisa-sisa penggalian arkeologis disimpan.

Teori berbeda tidak hanya pada kapan jalan setapak itu dibuat, tetapi juga tentang rute jalan setapak itu.

"Kami akan selalu memiliki hipotesis," jelas Parellada.

"Kepastian tentang rute lengkap Peabiru sulit karena berubah seiring waktu."

Nama jalan setapak dan legenda yang menyertainya, setidaknya, hidup di Peabiru, sebuah kota yang dibangun pada tahun 1940-an.

Pemerintah daerah dan kelompok sukarelawan baru-baru ini membuat dan menandai rute pendakian yang terinspirasi oleh Caminho de Peabiru.

Itu adalah bagian dari rencana ambisius di bidang pariwisata yang diluncurkan tahun ini di seluruh negara bagian, dengan memetakan rute pendakian dan bersepeda sepanjang 1.550 km yang berada di seberang negara bagian Paraná dari pantai, melalui 86 kotamadya sampai ke perbatasan Paraguay.

Saya telah melakukan perjalanan ke Peabiru untuk menguji salah satunya: jalur hutan yang melintasi tujuh air terjun di sepanjang aliran sungai.

Tepi sungai hampir pasti menjadi bagian dari Caminho de Peabiru, ujar pemandu Arléto Rocha memberi tahu saya.

Kami berjalan, memanjat di bawah dan di atas pohon tumbang dan kemudian mengarungi air sungai yang dingin hingga berlutut, mencuci buah busuk dari telapak kaki saya.

Tidak puas hanya dengan membasahi sepatu botnya, Rocha terjun ke air terjun dengan pakaian lengkap. Selanjutnya, dia menunjukkan tempat-tempat di mana dia menemukan mata panah, mortir, ukiran batu dan harta karun arkeologi lainnya selama satu dekade terakhir,

Temuan arkeologi itu kini dipamerkan di Museu Municipal Caminhos de Peabiru yang baru diresmikan.

Sebagian besar pendakian hutan, seperti rute lain yang lebih luas di negara bagian itu, adalah simbolis - perkiraan terbaik di mana rute asli mungkin berada.

Kendati begitu, ada banyak kepastian bahwa itu memang rute asli pada beberapa bentangan, terutama di mana peta sejarah dan situs arkeologi ada.

(Nanda Aria)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement