JAKARTA - Perbedaan Brimob dan Samapta di Kepolisian akan dibahas lengkap dalam artikel ini. Kedua satuan ini biasanya sering dilihat saat ada unjuk rasa maupun ketika ada pengamanan yang memerlukan petugas.
Komandan Korps Brigade Mobil (Dankor Brimob) Polri yang semula jenderal bintang dua kini resmi menyandang jenderal bintang tiga. Dankor Brimob Polri saati ini adalah Komjen Pol Anang Revandoko.
(Baca juga: Kode Kedipan Mata Jenderal Brimob Ini Berujung Tewasnya Tawanan Perang di Aceh)
Sementara, Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam), yang membawahi Samapta dipimpin seorang Kepala Baharkam (Kabaharkam) berpangkat Komisaris Jenderal Polisi. Saat ini, Kabaharkam dijabat oleh Komjen Pol Arief Sulistyanto.
Berikut ini perbedaan, fungsi serta tugas Brimob dan Samapta dilansir Okezone dari beragam sumber, Rabu (1/2/2023).
Brimob
Melansir laman resmi Korps Brimob, pasukan elite Polri ini didirikan pada 14 November 1946. Hal ini menjadikan Korps Baret Biru ini sebagai satuan elite tertua di tubuh Polri. Berdasarkan laman tersebut, korps ini bertugas untuk menangani gangguan dan problematik dengan intensitas tinggi, seperti kerusuhan massa; kejahatan terorganisasi; ataupun penyerangan dengan bom, bahan kimia, ataupun zat radioaktif.
Saat ini, ada lima satuan dalam Brimob, yaitu Korps Brimob, Pasukan Gegana, Pasukan Pelopor, Satuan Latihan, dan Satuan Intel.
Pasukan Gegana dikenal sebagai Penjinak Bahan Peledak atau Jihandak yang melakukan detonasi pada serangan-serangan dengan bom. Sementara itu, Pasukan Pelopor lebih merujuk pada satuan khusus bersifat paramiliter guna mengurai huru-hara, penanganan bencana, dan operasi penyerbuan. Kedua pasukan ini juga dilengkapi dengan senjata yang lebih canggih dari polisi biasa.