Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenazah 2 Sukarelawan Inggris yang Terbunuh di Ukraina Ditemukan dalam Pertukaran Tahanan dengan Rusia

Susi Susanti , Jurnalis-Minggu, 05 Februari 2023 |16:45 WIB
Jenazah 2 Sukarelawan Inggris yang Terbunuh di Ukraina Ditemukan dalam Pertukaran Tahanan dengan Rusia
2 sukarelawan Inggris ditemukan terbunuh di Ukraina (Foto: Chris Parry/ Family of Andrew Bagshaw)
A
A
A

LONDONJenazah dua sukarelawan Inggris yang terbunuh di Ukraina timur pada Januari lalu telah ditemukan sebagai bagian dari pertukaran tahanan dengan Rusia.

Kepala staf Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan jenazah Chris Parry, 28, dan Andrew Bagshaw, 47, kini telah dikembalikan ke Ukraina.

Belum ada indikasi kapan mereka akan diserahkan kepada staf kedutaan Inggris untuk diterbangkan pulang.

Dikutip BBC, keluarga orang-orang itu mengatakan mereka terbunuh selama penyelamatan kemanusiaan.

 BACA JUGA: 2 Sukarelawan Asal Inggris yang Sempat Dinyatakan Hilang di Ukraina Ditemukan Meninggal saat Evakuasi Kemanusiaan

Kedua relawan tersebut terakhir terlihat menuju kota Soledar pada 6 Januari lalu.

 BACA JUGA: Rusia dan Ukraina Barter Tawanan, Termasuk 108 Tahanan Perempuan

Keluarga Bagshaw mengatakan pasangan itu berusaha membantu seorang wanita tua ketika mobil mereka terkena peluru.

Soledar telah menjadi fokus pertempuran sengit dan bulan lalu militer Rusia mengklaim telah merebut kota tambang garam Ukraina itu setelah pertempuran panjang. Pemerintah di Kyiv membantah klaim tersebut.

Meskipun pertempuran berlanjut di Ukraina, Andriy Yermak, kepala staf Ukraina, mengatakan 116 tentara Ukraina telah dibebaskan pada Sabtu (4/2/2023).

Dia mengatakan tahanan yang dibebaskan termasuk pembela Mariupol, partisan dari Kherson dan penembak jitu dari Bakhmut, serta dua personel dari operasi khusus.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan 63 prajurit telah dikembalikan sebagai bagian dari "proses mediasi yang rumit".

Dikatakan itu termasuk orang-orang dari "kategori sensitif" berkat mediasi Uni Emirat Arab (UEA), meskipun tidak merinci apa yang dilakukan orang-orang itu.

Ini adalah pertukaran tahanan kedua yang dilakukan antara kedua negara sepanjang tahun ini.

Yermak mengatakan Ukraina terus berupaya untuk membawa pulang semua orang.

Parry dan Bagshaw telah berada di wilayah Donetsk Ukraina timur melakukan pekerjaan sukarela.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris bulan lalu, keluarga Parry mengatakan "tekadnya yang tanpa pamrih dalam membantu orang tua, muda dan kurang beruntung" di Ukraina telah membuat mereka "sangat bangga".

"Kami tidak pernah membayangkan kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada Chris ketika dia memiliki kehidupan yang begitu penuh di depannya. Dia adalah anak yang perhatian, saudara yang luar biasa, sahabat bagi begitu banyak orang dan pasangan yang penuh kasih untuk Olga," kata mereka.

Mereka menambahkan bahwa Parry, yang berasal dari Truro di Cornwall, "tertarik ke Ukraina pada bulan Maret di saat paling gelap pada awal invasi Rusia dan membantu mereka yang paling membutuhkan, menyelamatkan lebih dari 400 nyawa ditambah banyak hewan terlantar."

Bagshaw, seorang peneliti ilmiah adalah warga negara Inggris yang  tinggal di Selandia Baru. Dia telah menjadi sukarelawan di Ukraina sejak April.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Mr Bagshaw mengatakan bulan lalu: "Andrew tanpa pamrih mengambil banyak risiko pribadi dan menyelamatkan banyak nyawa; kami mencintainya dan sangat bangga dengan apa yang dia lakukan.

"Dunia harus kuat dan mendukung Ukraina, memberi mereka dukungan militer yang mereka butuhkan sekarang, dan membantu membangun kembali negara mereka yang hancur setelah perang."

Sukarelawan asing lainnya di Ukraina, Pete Reed, tewas di kota Bakhmut, Ukraina timur - lokasi pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir - pada Kamis.

Reed, seorang pekerja bantuan sukarela Amerika berusia 33 tahun, terbunuh "saat memberikan bantuan," menurut pernyataan dari kelompok bantuan kemanusiaan yang ia dirikan, Global Response Medicine.

Pemerintah Inggris sebelumnya telah memperingatkan terhadap semua perjalanan ke Ukraina, dengan mengatakan ada "risiko nyata bagi kehidupan".

Warga negara Inggris yang masih berada di Ukraina diminta harus segera pergi selagi aman aman untuk melakukannya

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement