Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa M5,2 Guncang Muarabinuangeun, Begini Hasil Analisis BMKG

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 07 Februari 2023 |08:24 WIB
 Gempa M5,2 Guncang Muarabinuangeun, Begini Hasil Analisis BMKG
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Gempa bermagnitudo (M) 5,2 mengguncang Muarabinuangeun, Banten, Selasa (7/2/2023), sekira pukul 07:35 WIB.

Gempa tersebut terjadi di selatan Lebak, Banten.

Adapun hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,40° LS ; 105,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 km BaratDaya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).

Baca juga: Getaran Gempa M5,2 Muarabinuangeun Terasa sampai DKI Jakarta

Gempa dirasakan di daerah Bayah, Banjarsari, dan Tamanjaya dengan skala intensitas III-IV MMI. Lalu daerah Serang, Pandenglang, Panggarangan, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang dan Cinangka dengan skala intensitas III MMI.

Baca juga: Dua Gempa Cukup Besar Guncang Banten Pagi Ini, M5,2 dan M5,7!

Kemudian di Tangerang Selatan, Bogor, Sukabumi, Tangerang, Cianjur dan Bandung Barat dengan skala intensitas II-III MMI. Gempa juga terasa di DKI Jakarta, Depok, Cibubur dengan skala intensitas II MMI.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Daryono menerangkan bahwa dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," terangnya.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbuh dia.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement