JAKARTA - Kisah penyintas gempa dahsyat Turki membawa secercah harapan ketika ada beberapa korban ditemukan hidup di antara reruntuhan bangunan setelah dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023).

Pada 8 Februari 2023, Mesude Akar, seorang guru berusia 24 tahun di Hatay, Turki, ditarik dari bawah reruntuhan bangunan beton, 49 jam setelah gempa dahsyat melanda Turki dan Suriah. (Foto: trtworld)
Sungguh menjadi satu pemandangan yang mengharukan ketika seorang anak ditarik hidup-hidup dari puing-puing dan ketika seorang pemuda berusia 24 tahun yang selamat setelah 49 jam terjebak di bawah beton yang runtuh.
Selama dua hari dua malam, tim penyelamat telah bekerja keras di tengah dinginnya Turki yang membekukan untuk menemukan korban yang masih terkubur di antara reruntuhan di Turki dan Suriah.
Korban tewas akibat gempa Turki dan Suriah itu sekarang mendekati angka 10.000 di kedua negara itu. Angka inipun masih bisa berlipat ganda menurut perkiraan para ahli.
Namun, kisah korban yang dapat bertahan hidup yang ditemukan terkubur di antara puing-puing gempa ini telah membawa secercah harapan bagi tim penyelamat dan keluarga korban.
Kisah penyintas gempa dahsyat Turki: Seorang guru diselamatkan dari puing-puing
Mesude Akar, seorang guru berusia 24 tahun di Hatay, Turki, ditarik keluar pada Rabu pagi dari bawah reruntuhan bangunan beton yang runtuh 49 jam setelah gempa.
Akar dipindahkan oleh petugas penyelamat ke ambulans dan segera mendapatkan perawatan medis dari petugas medis dan dokter yang bekerja tanpa lelah untuk menyelamatkan lebih banyak korban.
Sebagaimana yang telah diketahui, Hatay adalah salah satu provinsi di Turki yang paling terdampak bencana gempa dahsyat ini.
Kisah penyintas gempa dahsyat Turki: Dua wanita selamat setelah 48 jam terjebak
Juga di Hatay, dua orang wanita lainnya diselamatkan, diangkat dari puing-puing apartemen beton setelah terkubur di puing-puing itu selama 48 jam.
Mona Gazel, 52, dan Necla Melek, 74, diselamatkan pada Rabu pagi, dua hari setelah gempa yang mematikan itu.
Kedua wanita itu menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum dipindahkan ke rumah sakit.
Kisah penyintas gempa dahsyat Turki: Bayi di Adiyaman diselamatkan setelah 36 jam
Seorang bayi yang selamat dari gempa Turki di Adiyaman, salah satu propinsi di Turki. Bayi itu diselamatkan oleh anggota Konya dan Amasya Merzifon Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF)dan segera ditangani tim kesehatan yang kemudian memindahkan bayi itu ke rumah sakit.
Misi pencarian dan penyelamatan berlanjut di 10 provinsi yang dilanda gempa Turki, menyusur puing-puing dan terus mencari tanda-tanda kehidupan, dari teriakan korban yang meminta pertolongan.

Seorang bayi yang diselamatkan di Adiyaman, 36 jam setelah gempa dahsyat Turki, diserahkan kepada tim kesehatan. (Konya DHMI/AA)