Dia mengira insiden itu mungkin disebabkan tanki bahan bakar. Namun ada puluhan kemungkinan penyebab insiden, tapi buktinya hanya berupa kematian dan puing-puing. Panel ahli itu kemudian mendiskusikan temuan masing-masing.
"Orang-orang berdebat mengenai pelatihan staf dan kesalahan pilot, kemudian apakah sayapnya patah, dan semua hal yang tidak saya ketahui," kenang Dr Warren mengenai kejadian 50 tahun lalu, dilansir dari BBC, Kamis (9/2/2023).
"Saya memimpikan sesuatu yang saya lihat seminggu sebelumnya di pameran pascaperang pertama di Sydney. Yaitu - yang dianggap sebagai perekam saku pertama, Miniphon. Sebuah alat buatan Jerman. Yang belum pernah ada sebelumnya...", sambung Dr Warren.
Bagaimana jika setiap pesawat di angkasa memiliki perekam kecil di kokpit? Jika benda itu cukup kuat, penyelidik kecelakaan tidak akan kebingungan lagi, karena mereka memiliki rekaman suara saat kecelakaan terjadi. Paling tidak mereka mengetahui apa yang dikatakan atau didengar pilot.
Tetapi atasan David tidak bersemangat mendengar idenya karena: "Ini tidak ada hubungannya dengan kimia atau bahan bakar. Anda seorang ahli kimia."
Sempat disangsikan
David mengetahui ide rekaman kokpit yang dipikirkannya adalah sesuatu yang bagus. Tetapi tanpa dukungan resmi, dia nyaris tidak dapat melakukan apapun. Meskipun demikian David tidak bisa mengusir ide tersebut dari pikirannya.
Dia kemudian menawarkannya lagi ke atasan barunya, pimpinan ARL, Dr Laurie Coombes. Mereka mendorongnya untuk terus mencoba - tetapi dengan diam-diam.
"Jika saya mengetahui Anda membicarakan hal ini kepada siapapun, termasuk diri saya, maka saya harus memberhentikan Anda," kata Coombes.
Tetapi atasan barunya membelikan salah satu perekam pendikte baru dan menyatakannya sebagai "sebuah alat yang diperlukan laboratorium..."