Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Penemu Kotak Hitam Pesawat yang Terbukti Selamatkan Banyak Nyawa Manusia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |07:13 WIB
 Mengenal Penemu Kotak Hitam Pesawat yang Terbukti Selamatkan Banyak Nyawa Manusia
Ilustrasi/Foto: BBC
A
A
A

Dr Warren kemudian menuliskan idenya ke dalam sebuah laporan berjudul A Device for Assisting Investigation into Aircraft Accidents (Alat untuk Membantu Penyelidikan Kecelakaan Pesawat) dan mengirimkannya ke berbagai pihak.

Serikat pilot menunjukkan kemarahan dengan mengatakan perekam itu adalah alat mata-mata. Otorita penerbangan sipil Australia menyatakannya "tidak berguna". Dan Angkatan Udara khawatir hal ini akan "menghasilkan semakin banyak hal tidak berarti, bukannya penjelasan."

Dr Warren memutuskan satu-satunya cara untuk menjawab pengkritiknya adalah dengan membuat prototipe yang sebenarnya.

Inilah yang akan menjadi perekam penerbangan "kotak hitam" yang pertama.

'Segera kirim dia!'

Pada 1958, ketika perekam penerbangan rampung dibuat, laboratorium menerima tamu tidak biasa. Dr Coombes mengajak seorang teman dari Inggris.

Dr Warren menjelaskan prototipe pertama dunianya yang menggunakan kabel besi untuk menyimpan empat jam pembicaraan pilot, ditambah alat pembaca, dan secara otomatis dapat menghapus rekaman sebelumnya.

Pengunjung itu mengatakan: "Saya katakan, temanku Coombes, itu adalah ide yang benar-benar baik. Kirim segera anak ini dan kita akan pamerkannya di London."

Orang itu adalah Robert Hardingham sekretaris Badan Pendaftaran Penerbangan Inggris/ British Air Registration Board dan purnawirawan Angkatan Udara Kerajaan Inggris/Air Vice-Marshal RAF.

Di Inggris, Dr Warren menyampaikan Unit Catatan Penerbangan ARL (ARL Flight Memory Unit) di depan Badan Aeronautika Kerajaan/Royal Aeronautical Establishment dan sejumlah pembuat alat komersial.

Orang Inggris menyukainya. BBC menyiarkan program TV dan radio untuk mengkajinya. Otorita penerbangan sipil Inggris mulai mewajibkan alat tersebut dalam pesawat sipil.

Meskipun alat tersebut mulai dinamakan "kotak hitam", produk yang pertama sebenarnya berwarna oranye agar mudah ditemukan pada kecelakaan.

"Pada akhir (wawancara) ada seorang wartawan yang mengacu ke alat itu sebagai sebuah 'kotak hitam'. Itu adalah kata generik permesinan elektronika, dan nama itu terus bertahan," kata anak laki-laki David Warren, Peter.

Pada 1960, Australia menjadi negara pertama yang mewajibkan perekam suara kokpit, setelah terjadinya kecelakaan pesawat yang tidak bisa dijelaskan di Queensland menewaskan 29 orang.

Keputusan tersebut dilahirkan dari badan penyelidikan peradilan, dan diperlukan tiga tahun lagi sebelum menjadi hukum.

Kotak hitam sekarang tahan-kebakaran, tahan-laut dan tersimpan di dalam besi. Alat ini wajib ada di semua penerbangan komersial.

David Warren bekerja di ARL sampai pensiun di tahun 1983, menjadi ilmuwan peneliti utama. Dia meninggal pada tanggal 19 Juli 2010, di usia 85 tahun.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement