Hammam mengatakan, saat bantuan darurat dari pemerintah Turki belum sampai ke titik kumpul kedua, membuat warga dan mahasiswa Indonesia berinisiatif untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka memutuskan untuk melakukan 'penjarahan dengan mengambil makanan dari toko-toko tanpa izin pemiliknya.
“Kita di kampus kemarin sempat ikut orang Turki menjamah makanan di toko, mengambil tanpa izin makanan dan logistik di toko karena memang belum sampai bantuannya ke kita,” katanya.
Diakui Hammam, mahasiswa Indonesia telah menerima bantuan berupa dana dari KBRI Ankara. Namun, belum bisa digunakan mengingat toko-toko di Kahramanmaras masih tutup.
“Masih belum bisa kita pakai (bantuan dana KBRI) karena toko-toko masih tutup, makanya orang-orang Turki di sekitar kampus ini menjamah, mengambil barang-barang tanpa izin itu,” ujarnya.
Kondisi sebagian besar mahasiswa Indonesia di Kahramanmaras sehat. Meski, ada seorang mahasiswa WNI mengalami luka ringan di bagian kaki karena terkena reruntuhan bangunan saat berusaha menyelamatkan diri dari gedung apartemen.
“Tidak terlalu parah, hanya memar dan lecet, tetapi sudah di gips untuk jaga-jaga jika ada keretakan di kakinya,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.