Pasukan Estri Ladrang Mangungkung juga sangat luwes dalam berkesenian dan mengurus pekerjaan rumah. Disebutkan, anggota Pasukan Estri Ladrang Mangungkung digembleng oleh Pangeram Sambernyawa dengan berbagai ilmu dan strategi perang, termasuk perang gerilya. Yakni dhedemitan, weweludhan, dan jejemblungan.
Ilmu perang gerilya dhedhemitan, memiliki arti harafiah berlaku seperti hantu yang kasat mata dalam setiap pergerakannya. Hal ini membuat musuh sangat sulit mendeteksi keberadaan prajurit wanita dari Mangkunegaran tersebut. Sementara ilmu perang weweludan, bermakna setiap prajurit harus memiliki kemampuan layaknya belut yakni sangat licin dalam pergerakannya, sehingga tidak mudah ditangkap oleh musuh di medan perang.
Sedangkan ilmu perang jejemblungan, memiliki arti bergerak seperti orang gila yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun saat menghadapi berbagai jenis lawan dan tintangan di medan tempur.
Layaknya prajurit elite milik TNI di masa kini, para prajurit wanita yang tergabung dalam Pasukan Estri Ladrang Mangungkung, bergerak dalam senyap tanpa mampu dideteksi oleh lawan, memiliki kekuatan lebih dalam bertempur, dan mampu melakukan serangan kilat yang mematikan, serta dengan cepat bersembunyi di tempat aman untuk mempertahankan diri.
Berbagai penggemblengan dilakukan Pangeran Sambernyawa kepada para prajurit wanita yang tergabung dalam Pasukan Estri Ladrang Mangungkung. Mereka dilatih untuk menguasai berbagai senjata, baik panah, pedang, keris, senapan, hingga meriam.
Pasukan wanita ini, juga dilatih untuk mahir berkuda, sehingga dapat dengan gesit bergerak di tengah pertempuran, dan secara cepat masuk ke daerah pertahanan lawan. Mereka juga dilatih membaca, menulis, berksenian, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, hingga bercocok tanam untuk bertahan hidup dalam jangka waktu panjang.