Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Eks Napiter Ali Fauzi Menyandang Gelar Doktor: Lebih Mudah Bikin Bom Dibanding Disertasi

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2023 |07:01 WIB
 5 Fakta Eks Napiter Ali Fauzi Menyandang Gelar Doktor: Lebih Mudah Bikin Bom Dibanding Disertasi
Eks Napiter, Ali Fauzi sandang gelar doktor (foto: MPI/Avirista)
A
A
A

MANTAN narapidana teroris (Napiter), Ali Fauzi resmi menyandang gelar doktor dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pria asal Lamongan ini ikuti jenjang S-3, setelah menulis karya berjudul "Edukasi Moderasi Beragama Bagi Para Mantan Napiter".

Dalam momen wisudanya, Ali Fauzi berbagi keluh kesah bagaimana sulitnya menyusun sebuah disertasi. Berikut sejumlah faktanya:

1. Lebih Mudah Bikin Bom Dibandingkan Disertasi

Ali Fauzi mengatakan, membuat disertasi dengan serangkaian penelitian dan penulisannya, lebih sulit dibanding merakit bahan peledak seberat satu kilogram menjadi bom.

"Jabatan saya terakhir sebagai kepala instruktur perakit bom. Jadi saya ahli merakit satu kilo bahkan satu kontainer itu hal biasa. Bagi saya itu jauh lebih mudah daripada menulis jurnal, menyelesaikan disertasi," ucap Ali Fauzi saat wisuda di UMM, Selasa (21/2/2023).

 BACA JUGA:Temuan Mengejutkan Disertasi Ali Fauzi: Banyak Eks Napiter Kurang Dapat Pembinaan Humanis di Lapas

Menurutnya, yang dipusingkan dari karya disertasinya karena beberapa kali tulisan itu dianggap salah oleh para dosen pembimbing. Hal ini membuatnya beberapa kali revisi karya.

"Karena sebuah tulisan itu gak ada benarnya. Saya pusing kemarin itu. Disitulah saya simpulkan bahwa haqqul yakin tulisan itu gak ada yang sempurna," bebernya.

2. Nyaris Pupus di Tengah Jalan

 

Ali Fauzi pun akui nyaris frustasi menyelesaikan disertasinya. Namun berkat motivasi dan dorongan dari para dosen, akhirnya disertasi mengenai kehidupan dan proses pendampingan ke eks Napiter lain bisa selesai.

 BACA JUGA:Tiga Napiter Kelompok JAD Ikrar Setia NKRI di Lapas Khusus Karanganyar Nusakambangan

"Mereka memotivasi saya, ini sudah kadung (terlanjur) jalan, kenapa harus ngulang. Ini sudah jalan separuh, anda saja berani perang, ngapain perang dengan tulisan saja takut. Terus saya berfikir oh iya ya, saya ini prajurit. Andai saja bukan karena dorongan dan motivasi dari promotor mungkin saya gak sampai di hari ini," jelasnya.

Makanya saya tadi ketika saya menyampaikan sambutan sebagai wakil wisudawan wisudawati saya menangis, saya terharu ya, saya yang dulu dibuang, dibenci namun saya bisa sampai seperti ini, bisa dihargai seperti ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement