RUSIA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kelompok sabotase Ukraina memasuki wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023) dan menembaki warga sipil dalam "aksi teroris".
“Hari ini mereka melakukan aksi teroris lagi, kejahatan lain, menembus daerah perbatasan dan menembaki warga sipil,” terang Putin berbicara di TV pemerintah Rusia pada Kamis (2/3/2023).
"Mereka melihat bahwa itu adalah mobil sipil, bahwa warga sipil dan anak-anak duduk di sana, dan melepaskan tembakan. Orang-orang seperti itulah yang menetapkan tugas untuk merampas ingatan sejarah kita. Mereka tidak akan mencapai apa-apa, kita akan menekannya mereka," katanya.
Gubernur wilayah Bryansk mengatakan "penyabotase dari Ukraina" telah menembaki sebuah mobil sipil di Lyubechane, sebuah desa perbatasan, menewaskan dua pria dan melukai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
BACA JUGA: Putin Instruksikan Dinas Keamanan Rusia Perkuat Spionase dan Sabotase Terhadap Ukraina dan Barat
Rusia sebelumnya telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone Ukraina di wilayah perbatasan Rusia, termasuk wilayah Bryansk. Tetapi belum ada laporan yang dikonfirmasi tentang pasukan darat Ukraina yang menyusup ke Rusia.
Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pasukan FSB dan pasukan reguler pada Kamis (2/3/2023) bentrok dengan "nasionalis Ukraina" yang telah menyeberang ke Rusia dan menyandera.
FSB mengatakan "nasionalis" kemudian dipukul dengan serangan artileri besar-besaran Rusia dan didorong kembali ke Ukraina. Mereka meninggalkan banyak bahan peledak di desa tersebut.