Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantah Tuduhan Sabotase dan Terorisme di Perbatasan, Ukraina: Provokasi Klasik Rusia

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |11:22 WIB
Bantah Tuduhan Sabotase dan Terorisme di Perbatasan, Ukraina: Provokasi Klasik Rusia
Ukraina bantah serang perbatasan Rusia (Foto: AP)
A
A
A

UKRAINAUkraina membantah keras tudingan Rusia yang menuduh Ukraina melalukan sabotase dan serangan teroris di wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023).

Dugaan insiden tersebut belum diverifikasi secara independen.

Mykhaylo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pihaknya tidak melakukan serangan apa pun ke Rusia.

BACA JUGA: Putin Tuduh Ukraina Lakukan Aksi Teroris, Sabotase hingga Tembaki Warga Sipil di Perbatasan Rusia

“Ukraina tidak menyerang wilayah Rusia, tidak mengirim kelompok pengintai khusus ke sana, tidak membunuh orang, terutama warga sipil. Ukraina tidak membutuhkan ini. Ini bukan objek strategis dan tidak ada gunanya pergi ke sana,” terangnya.

BACA JUGA: Putin Instruksikan Dinas Keamanan Rusia Perkuat Spionase dan Sabotase Terhadap Ukraina dan Barat

"Atau itu sesuatu yang lain," ujarnya.

“Kedua partisan Rusia secara aktif mulai menunjukkan kepribadian mereka karena mereka ingin membuktikan bahwa gerakan protes juga dimungkinkan di Rusia,” lanjutnya.

Dia menulis di Twitter bahwa tuduhan itu adalah provokasi klasik Rusia, atau karya partisan lokal yang menentang Kremlin, dan menyangkal keterlibatan Ukraina.

"RF [Rusia] ingin menakut-nakuti rakyatnya untuk membenarkan serangan terhadap negara lain," katanya.

“Ini adalah provokasi dari pihak Rusia atau partisan Rusia yang mulai membongkar rezim Putin. Karena mereka masih ingin mempertahankan beberapa peluang politik untuk masa depan Rusia pascaperang, yang akan kalah dalam perang ini,” lanjutnya.

Podolyak juga mengatakan jenis operasi ini konsisten dengan provokasi Rusia sebelumnya.

“Ini Rusia klasik. Itu selalu provokasi, bohong, selalu menciptakan dalih informasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kelompok sabotase Ukraina memasuki wilayah perbatasan Rusia pada Kamis (2/3/2023) dan menembaki warga sipil dalam "aksi teroris".

Gubernur wilayah Bryansk mengatakan "penyabotase dari Ukraina" telah menembaki sebuah mobil sipil di Lyubechane, sebuah desa perbatasan, menewaskan dua pria dan melukai seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement