JAKARTA – Satgas Operasi Damai Cartenz terus melakukan pencarian Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mahrtens yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di belantara Papua.
(Baca juga: Kapten Philips Disebut Bergabung dengan KKB Teroris, Susi Pudjiastuti Ungkap Hal Mengejutkan)
Sebelumnya, KKB teroris sejak 7 Februari menahan pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru setelah membakar pesawat itu di lapangan Paro, Kabupaten Nduga, Papua.
Komandan Korem 172/ Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI JO Sembiring memimpin langsung operasi pembebasan Pilot Susi Air tersebut.
Saat ini, kondisi pilot pesawat Susi Air Kapten Philip Mark Merthens dalam keadaan baik setelah 3 pekan disandera oleh KKB) Papua
"Dari hasil komunikasi tim dan pemerintah daerah, alhamdulillah kondisi pilot masih dalam kondisi yang baik," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/3/2023).
Dikatakan Dedi, Polri bersama Satgas Damai Cartenz yang tergabung di dalamnya TNI, pemerintah daerah, dan tokoh agama, mengedepankan upaya dialog dalam membebaskan pilot asal Selandia Baru tersebut.
Upaya dialog ini, kata dia, dilakukan oleh pemerintah daerah setempat, yakni bupati setempat yang melakukan komunikasi dengan pihak KKB serta tokoh adat.
"Tujuan dari kita yang penting adalah keselamatan, tujuan utama adalah keselamatan pilot Susi Air, itu dulu aja," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa komunikasi antara pemerintah daerah dan KKB guna memastikan kondisi keselamatan pilot Philips.
"Jadi, meskipun sudah 3 minggu (penyanderaan), upaya soft approach artinya bahwa komunikasi antara pemerintah daerah dan KKB itu yang masih diutamakan dulu, dan yang paling utama adalah keselamatan pilot menjadi faktor penentu," ujarnya.
Menurutnya, salah satu kendala adalah susah sinyal untuk melakukan komunikasi. Untuk bisa melakukan komunikasi, kata dia, anggota atau pemerintah setempat harus mencari titik lokasi tertentu untuk bisa menjangkau komunikasi.
"Komunikasi tidak semudah seperti di daerah lain, dan di situ sinyal untuk berkomunikasi itu agak susah. Ini merupakan kendala utama," terangnya.
Dia juga menekankan upaya pembebasan pilot Philips semaksimal mungkin oleh Satgas Damai Cartenz bersama pemerintah daerah dan tokoh agama dengan pendekatan utama soft approach sehingga dapat mengembalikan pilot dalam keadaan sehat.
Menurutnya, Polri, tidak memiliki batas waktu dalam operasi pembebasan ini. Upaya dialog diutamakan sembari pastikan kondisi pilot Susi Air dalam keadaan baik.
Namun, dia memastikan, upaya penegakan hukum juga disiapkan, dan akan ditegakkan apabila sudah dapat masukan dan saran dari pemerintah daerah maupun tokoh agama.
"Untuk penegakan hukum kami siapkan, nanti tetap jalur komunikasi dengan pemda, tokoh agama memberikan saran masukan kepada tim penegakan hukum," tutup Dedi.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.