Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Begini Suasana Malam di Tenda Pengungsian Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Sabtu, 04 Maret 2023 |21:09 WIB
 Begini Suasana Malam di Tenda Pengungsian Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Pengungsi korban kebakaran depo pertamina plumpang (foto: MPI/Reffi)
A
A
A

JAKARTA - Ratusan warga korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara masih mengungsi di posko Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jakut, Sabtu (4/3/2023) malam.

Pantauan MNC Portal Indonesia dilokasi hujan sempat mengguyur wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya. Namun, warga terdampak masih bertahan di dalam bilik tenda milik PMI.

Meski dirundung duka akibat rumah yang biasa ditinggali sehari-hari kini luluh lantah, nampak secercah kebahagiaan yang terpancar saat berkumpul dengan keluarga masing-masing. Terlihat sejumlah warga sedang menyantap makan malam ada pula yang sedang memilah pakaian bantuan yang diterima.

 BACA JUGA:

Terdapat tiga buah tenda pleton berwarna biru dengan logo PMI tepat di halaman utama Kantor PMI Jakarta Utara. PMI pun menyiapkan kurang lebih 100 velbed atau tempat tidur darurat yang dibagi ke masing-masing tenda. Selain itu terlihat alas tidur berupa kasur palembang hingga spanduk beralaskan karpet.

"Alhamdulillah malam ini karena kita antisipasi hujan saya khawatir sehingga memberikan velbed agar tidak kedinginan. Malam ini velbed saya pasang 100 ya saya mengutamakan anak kecil," kata Ketua PMI Kota Jakarta Utara, Rizal saat ditemui di posko pengungsian.

Rizal memastikan kebutuhan para pengungsi hingga bayi pun tercukupi hingga empat hari ke depan. Hanya saja kebutuhan obat-obatan terkadang kurang.

 BACA JUGA:

"Kebutuhan tercukupi yah dari pampers, makanan dan susu sudah tercukupi. Empat hari ke depan masih tercukupi bisa memadai ya. tinggal nanti makanan makanan basah spontan misal pagi kacang ijo siang makan nasi itu yang spontanitas biasanya ada. Cuma obat-obatan kadang kurang kadang nggak karena masing masing pasien beda beda penyakitnya," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement