Ia menjenguk anak kenalannya yang sakit parah itu. Sesampainya di sana, meletakkan tangannya di atas dahi anak itu dan terjadilah sebuah keajaiban. Tiba-tiba si bocah yang sakit itu mulai membaik dengan hitungan detik, dan hari itu juga ia pun sembuh.
Kejadian itu membuat orang-orang yang tengah hadir di sana terheran-heran, termasuk juga dokter-dokter yang telah gagal menyembuhkan penyakit anak itu.
Ada seorang ahli Psychiatrie dan Hypnose yang menjelaskan bahwa sebenarnya Sosrokartono mempunyai daya pesoonalijke magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya.
Mendengar penjelasan itu, ia merenungkan dirinya dan memutuskan menghentikan pekerjaannya di Jenewa dan pergi ke Paris untuk belajar Psychometrie dan Psychotecniek di sebuah perguruan tinggi .
Akan tetapi, karena ia adalah lulusan Bahasa dan Sastra, maka hanya diterima sebagai toehoorder saja, sebab di Perguruan Tinggi tersebut secara khusus hanya disediakan untuk mahasiswa-mahasiswa lulusan medisch dokter.
Ia kecewa, karena hanya dapat mengikuti mata kuliah yang sangat terbatas, tidak sesuai dengan harapannya.
Datanglah ilham untuk kembali saja ke Tanah Air. Ia akhirnya pulang ke tanah air tahun 1925. Ia kemudian menetap di Kota Bandung.
*Tulisan ini adalah karya almarhum Doddy Handoko. Ditayangkan untuk mengenang beliau yang merupakan penulis Okezone.com
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.