Sementara itu, menurut laporan The Guardian dalam lamannya pada Jumat, pasukan Ukraina masih bertahan di Bakhmut sekalipun kota di Ukraina timur itu, yang dianggap strategis oleh Rusia dan Ukraina, sudah dikepung dari sisi selatan, utara dan timurnya.
Ukraina kini dengan sekuat tenaga mempertahankan kota itu sekalipun sudah kehilangan begitu banyak tentara di sana. The Guardian melaporkan bahwa di medan perang ini, 100 sampai 200 tentara kedua belah pihak tewas atau terluka setiap hari.
Pilihan Ukraina itu diambil karena alasan politis, ketimbang militer. Asumsi ini bahkan diutarakan oleh serdadu Ukraina sendiri yang bertempur di Bakhmut.
"Menurut saya, alasannya politis," kata Andriy, wakil komandan distrik Donetsk yang bertempur di Bakhmut, tanpa disebutkan nama belakangnya oleh The Guardian.
"Posisi (kami) sudah siap untuk mundur. Alasan mereka (tentara Ukraina) masih di sana adalah lebih karena politik," kata Andriy.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.