KINSHASA - Pemberontak di Kongo timur menewaskan sedikitnya 19 orang dan membakar pusat kesehatan dan rumah. Peristiwa sadis tersebut dilansir dari VoA, Senin (13/3/2023).
"Kelompok bersenjata yang dicurigai sebagai bagian dari Allied Democratic Forces (ADF), menyerang warga sipil di kota Kirindera," ujar mantan Gubernur Kivu Utara Carly Nzanzu, dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah.
Serangan ADF telah menewaskan puluhan orang di beberapa desa Kivu Utara dalam beberapa hari terakhir.
Pihak berwenang Kongo mengatakan orang-orang dibantai dengan senjata, pisau, dan parang.
Aamaq, sebuah kantor berita, memposting pernyataan hari Sabtu di mana ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 35 orang dan melukai puluhan orang di Kongo timur pekan lalu.
Konflik telah membara selama beberapa dekade di Kongo timur, di mana lebih dari 120 kelompok bersenjata berjuang untuk mendapatkan kekuasaan, pengaruh dan sumber daya, dan sebagian untuk melindungi komunitas mereka. ADF sebagian besar aktif di provinsi Kivu Utara tetapi baru-baru ini memperluas operasinya ke provinsi tetangga Ituri.
Upaya untuk membendung kekerasan hanya membuahkan sedikit hasil. Operasi gabungan hampir setahun oleh tentara Uganda dan Kongo tidak mengalahkan atau secara substansial melemahkan Pasukan Demokratik Sekutu, sebuah panel pakar PBB menyimpulkan dalam sebuah laporan bulan Desember.
PBB dan kelompok hak asasi manusia menuduh ADF melukai, memperkosa, dan menculik warga sipil, termasuk anak-anak. Awal bulan ini, Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga USD5 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pemimpin kelompok tersebut, Seka Musa Baluku.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.