Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nekonomi, Kecintaan pada Kucing Berhasil Gerakkan Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2023 |15:23 WIB
<i>Nekonomi</i>, Kecintaan pada Kucing Berhasil Gerakkan Roda Perekonomian Jepang hingga Triliunan Yen
Ilustrasi kucing (Foto: Dokumentasi pribadi Conrado Borelli)
A
A
A

Lembaga swadaya masyarakat TNR Felinos Japan, yang didirikan oleh Elen Tanaka dan Cássio Silva, di Iwata, Provinsi Shizuoka, mengukur tingkat pengabaian ini.

Mereka memantau peningkatan koloni kucing, termasuk keberadaan hewan peliharaan dengan kucing kampung liar.

Setelah awalnya begitu antusias, banyak orang menyerah memelihara kucing karena menyadari bahwa itu membutuhkan kerja keras dan biaya.

Pada akhirnya mereka menelantarakan hewan-hewan tersebut, sehingga akhirnya dialihkan ke orang-orang yang berdedikasi menampung kucing-kucing itu.

Cássio mengatakan dana operasional organisasinya telah meningkat pesat. Dia dan istrinya saat ini membayar sekitar 130.000 yen (Rp14,6 juta) untuk menyewa dua properti, yakni yang satu menjadi rumah mereka dan yang satunya lagi untuk menampung 100 kucing yang mereka rawat dan sterilisasi sambil menunggu adopsi.

Biaya sewa adalah komponen terkecil untuk menampung kucing sebanyak itu. Selain menyita gaji Cássio yang bekerja di pabrik suku cadang mobil, inisiatif mereka ini menyita banyak waktu istrinya, Elen, untuk merawat mereka karena banyak yang datang dengan kondisi lemah dari jalanan.

Pada akhirnya, mereka menghabiskan 680.000 yen (Rp76,6 juta) per bulan yang harus ditutupi dengan beragam upaya mulai dari kampanye hingga donasi dari teman-teman baik dan yang mendukung perjuangan mereka.

“Ketika saya meninggalkan Brazil pada 22 tahun yang lalu, tujuan saya adalah untuk bekerja dan mengumpulkan uang, tapi ternyata kami mengumpulkan kucing! Saat ini, merekalah yang membuat hidup kami bermakna,” ujar Cássio.

Bagi orang-orang yang mengaku berpikiran sama, menyukai binatang saja tidak cukup sebagai modal untuk memeliharanya. Kalau tempat tinggal calon pemiliknya tidak memungkinkan keberadaan kucing, maka pengajuan adopsi akan ditolak.

Ada juga masa komitmen dan beragam prosedur untuk mencegah hewan tersebut dikembalikan atau ditelantarkan lagi.

Conrado Areco Borelli lolos seleksi dan berhasil mengadopsi kucing yang dia beri nama Tigrão dan Pompom.

Saat ini, keluarganya merawat tiga ekor kucing, menghabiskan rata-rata 20.000 yen (Rp2,2 juta) untuk makanan, pengelolaan kotorannya, dan produk pembersih.

Ketika dia perlu membawa anak-anak kucing itu ke dokter hewan, pengeluarannya menjadi dua kali lipat lebih banyak.

Melebihi biaya medis, biaya sewa adalah yang paling mengganggu Conrado. Banyak pemilik properti menerima kehadiran hewan peliharaan, namun mengenakan biaya tambahan untuk itu.

“Tapi setiap sen yang kami keluarkan setimpal dengan hidup bersama kucing kami dalam damai,” lanjutnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement